23 (tugas sulung)

2.6K 217 8
                                        

Kedua sosok anak tengah menguap kebosanan. Mereka harus menemani sang ibu ke salon. Padahal mereka sangat malas sebab ke salon itu sangat lama.

Merasa bosan Rimba menarik lengan sang abang. "Bang beli makanan yuk!" ajak Rimba.

Melirik sejenak kearah sang ibu yang tengah sibuk merawat diri. "Abang izin ke mama dulu. Kamu diam dulu disini," ujar Argo menepuk kepala Rimba.

Rimba mengganggukkan kepalanya mengerti dia akan menunggu sang abang untuk izin kepada ibunya.

Sang sulung berlari kearah ibunya. Dia menepuk tangan kanan Lusi. Merasa ada yang menepuk tangannya sang ibu melihat ternyata sang anak.

"Ada apa bang?" tanya Lusi.

"Abang sama kakak mau jajan dulu. Tadi kakak ngeluh laper," sahut Argo.

"Maafkan mama ya sayang. Ya sudah kalian jajan dulu." Lusi mengambil dompet miliknya dan memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada Argo. "Jangan terlalu jauh ya jajannya. Kalau sudah membeli jajan kembali lagi," ujar Lusi.

Argo menerima uang tersebut. "Ok mama. Abang pamit dulu mau jajan sama kakak," ujar Argo.

Kedua anak kecil berbeda usia tersebut keluar dari salon. Sang ibu tersenyum melihat Argo merangkul pundak Rimba.

"Kedua putramu sangat akur sekali bu," ujar pegawai salon.

"Iya," sahut Lusi.

"Beda berapa tahun bu?" tanya pegawai salon.

"Jarak tiga tahun. Satu lagi anak saya tidak diajak," ujar Lusi.

"Lho kenapa tidak diajak?" tanya pegawai salon.

"Bersama ayahnya di kantor," jawab Lusi.

Biarkan kita tinggalkan para ibu yang tengah bergosip saat ini pasangan kakak adik tengah bingung memilih makanan di sebuah jajan di supermaket mall. Mereka saling pandang satu sama lain tak lama memilih dua buah cokelat batangan, dua botol minuman bersoda dan beberapa roti siap makan ditambah dua sosis.

Sang abang memegang keranjang belanja. Kehadiran mereka ditatap gemas oleh orang sekitar. Ayolah mana ada kedua anak kecil belanja sendiri tanpa pengawasan orang tua. Walaupun Argo cukup tinggi wajah dia tetap saja seperti anak kecil. Ditambah Rimba yang memegang baju bagian belakang yang digunakan sang abang.

Merasa tertarik dengan sesuatu Rimba menarik baju sang abang. Argo menatap wajah Rimba seolah bertanya ada apa. "Abang uangnya masih ada kembalian tidak?" tanya Rimba kepada abangnya.

Argo terkekeh geli akan ucapan sang adik. Pasti Rimba menginginkan barang lain untuk dia beli. "Kakak menginginkan apa?" tanya Argo mengelus rambut Rimba.

"Sosisnya mau nambah," sahut Rimba memelas.

"Berapa?" tanya Argo.

"Tiga!" pekik Rimba semangat.

"Ya sudah kamu ambil lagi sana. Abang tunggu di kasir," ajak Argo.

"Hehehe makasih abang!" pekik Rimba.

"Sama-sama," sahut Argo.

Rimba berlari menuju tempat dimana letak sosis berada sementara Argo ke kasir sambil menunggu sang adik. Ternyata lumayan ramai tidak masalah bagi Argo. Walaupun dia sedikit risih ketika seorang gadis menatap dia sejak tadi.

"Hai tampan!" sapanya.

"Hai juga kak," sahut Argo.

"Pulang sekolah?" tanyanya.

"Iya," sahut Argo.

"Abang!" panggil Rimba.

Kedatangan Rimba membuat Argo tersenyum tipis. Sang gadis yang sejak tadi mengajak bicara Argo bahkan sangat terpesona akan senyuman sang remaja tersebut.

Save My Brothers (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang