TAHAP REVISI GUYS!!
SOALNYA BANYAK TYPO NIH CERITA
Cinta datang karena terbiasa,
tapi bagaimana jika cinta datang karena paksaan dan tipu muslihat dari kedua orangtua mereka?
Dan faktanya memang begitu, semua bermula karena perjodohan yang tidak dik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bandara Incheon, Korea Selatan
Setelah menempuh perjalanan udara yang cukup melelahkan, akhirnya keluarga Manoban sampai di negara yang menjadi tujuan mereka.
Ken menatap suasana bandara yang cukup ramai, dia sedang menunggu ayahnya. Dia masih sedikit mengantuk, bahkan ia menutupinya dengan kacamata. Ken menyandarkan kepalanya pada pundak sang ibu, yang juga sedang menunggu Limario.
"Maaf ya, menunggu lama.. ayo! Daddy sudah memesankan taksi tadi." Mereka pun mengikuti langkah Lim sambil mendorong troli yang berisi koper mereka bertiga.
"Welcome to South Korea, Ken! Mommy harap kamu akan suka suasana disini." Ucap Rose saat sudah keluar dari bandara.
Mereka pun masuk kedalam taksi yang sudah diberitahu alamatnya terlebih dahulu oleh Limario, karena pria itu duduk disamping kursi supir.
Rose membiarkan sang anak untuk menatap luar jendela, melihat gedung-gedung pencakar langit yang mereka lewati.
Hingga taksi memasuki kawasan perumahan elite, dan mereka pun sampai dirumah Rose.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagaimana, Ken?" Tanya Rose saat sudah didepan rumah milik kedua orangtuanya dulu dan masih cukup terawat.
"Not bad, meskipun tidak sebesar rumah kita di Thailand. Tapi Ken, suka!" Rose tersenyum mendengar jawaban sang anak.
"Ayo kita masuk!" Mereka pun masuk kedalam rumah tersebut.
Ken pun mendudukan pantatnya di sofa ruang tamu, bersama dengan kedua orangtuanya. Untungnya barang-barang yang lain sudah lebih dulu datang, jadi mereka tidak repot untuk membereskannya.
"Mom, ini rumah siapa? Kalian membelinya?" Tanya Ken pada mommy nya.
"Ini rumah peninggalan kakek dan nenekmu."
"Dimana mereka?"
"Kakekmu sudah meninggal saat kamu masih berumur 1 tahun, dan mungkin kamu juga tidak ingat seperti apa wajahnya."
"Uhm.. Ken memang tidak mengingatnya sih, lalu nenek? Dimana nenek?"
"Nenekmu kembali ke negara asalnya, setelah kakekmu meninggal."