TAHAP REVISI GUYS!!
SOALNYA BANYAK TYPO NIH CERITA
Cinta datang karena terbiasa,
tapi bagaimana jika cinta datang karena paksaan dan tipu muslihat dari kedua orangtua mereka?
Dan faktanya memang begitu, semua bermula karena perjodohan yang tidak dik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu yang ditunggu-tunggu pun datang juga, Lim dan keluarganya pun sekarang sudah siap untuk menuju ke kediaman Jisoo.
Bahkan sedaritadi Rose sudah kesal karena sang anak susah sekali diatur, barulah saat Lim yang turun tangan bocah itu mau menurut.
"Kenapa mukamu masih saja di tekuk seperti itu, Ken. Daddy kan sudah bilang, kita sedang buru-buru tapi kamu sedari tadi main game terus." Ucap Lim sambil melirik pada Ken lewat kaca spion yang ada didalam mobil.
"Tapikan Ken juga sudah siap, dad!"
"Mana yang kamu sebut siap sih, Ken? Mommy kan bilang untuk pakai pakaian yang rapih, tapi kamu masih pakai boxer tadi." Kesal Rose.
"Sayang.. sudah yah, jangan kesal seperti itu. Nanti tidak enak dengan hyung dan nuuna." Rose pun menghela napasnya.
"Ken, ayo minta maaf pada mommy!" Ken melirik kearah kedua orangtuanya.
"Kenneth minta maaf mom.. sudah membuat mommy kesal." Ucap Ken dengan pelan, dan di balas deheman dari sang ibu.
###
Dan akhirnya mereka pun sampai di rumah keluarga kecil Jisoo, setelah beberapa menit perjalanan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mereka pun turun dari dalam mobil, lalu menuju ke pintu mansion yang sudah terbuka. Dan mereka disambut oleh para maid yang ditugaskan Jisoo untuk menyambut tamu penting malam ini.
"Mari ikut saya, tuan Kim sudah menunggu kedatangan kalian." Ucap salah satu maid sambil mengarah mereka ke ruang tamu dan disana sudah ada Jisoo sedang duduk sambil bermain handphone.
"Maaf tuan, tamu anda sudah datang!" Barulah Jisoo meletakkan handphonenya, dan menyambut mereka.
"Limario!!" Ucapnya sambil memeluk Lim dengan erat, lalu menatap kearah Rose.
"Hai.. Rose apa kabar?"
"Baik, oppa! Um.. ini bingkisan dari kami untuk kalian." Rose menyerahkan bingkisan pada Jisoo.
"Kau ini, tidak perlu repot-repot loh." Jisoo menyerahkan bingkisan tersebut kepada maid.
"Ken, ayo beri salam pada uncle Ji." Ken pun membungkuk sopan pada laki-laki yang berdiri didepannya.