Ini sudah masuk bulan ke 3 pernikahannya dengan Elvano, tapi ini kali pertama Lisa datang kekantor milik suaminya itu. Lisa menatap gedung tinggi puluhan lantai itu dari dalam mobil yang sudah terparkir. Terkadang Lisa lupa kalau suaminya itu adalah seorang CEO dan bos di kantor ini.
Hari ini 2 mata kuliahnya batal, menjadikannya memiliki banyak waktu dirumah untuk memasak dengan bi Layla. Memasak makanan kesukaan El, Lisa jadi ingin membawakannya untuk makan siang bersama. Tapi sejak sampai kantor itu, telepon Lisa belum juga diangkat oleh El.
"pak aku masuk dulu ya, nanti aku kabarin kalau sudah mau pulang" pamit Lisa pada supirnya itu.
"baik mba"
Akhirnya dengan langkah ragu Lisa memasuki lobby kantor itu. Terlihat beberapa karyawan lalu lalang dengan stelan khas pekerja corporate. Lisa segera menghampiri meja resepsionis.
"permisi" ujar Lisa.
"ya mba?" seorang wanita dengan rambut bob menyahuti.
"saya mau ketemu El...maksudnya pak Elvano"
"sudah punya janji sebelumnya?" tanya resepsionis itu.
"belum sih mba"
"maaf ya mba, tanpa janji ga ada yang boleh ketemu dengan pak Elvano" ujar wanita itu.
Lisa pun bingung, berulang kali menelpon tapi Elvano tak kunjung mengangkat teleponnya.
"ya udah kalau gitu makasih ya mba"
"LISA" seseorang memanggilnya. Ia pun menoleh dan mendapati kak Chandra berlari kecil menghampirinya dengan membawa beberapa berkas dipelukannya "lo emang dewi penyelamat gue"
"hah?" ujar Lisa bingung, apalagi sekarang Chandra menggoyang-goyangkan badannya kesenangan.
"mau ketemu pak suami kan?"
"iya, tapi karena belum bikin janji jadi ga boleh ketemu" adu Lisa.
"astaga" Chandra segera menghampiri resepsionis dengan name tag Mita itu "Mit"
"ya pak?
"kamu liat cewe disana" ujar Chandra sambil menunjuk Lisa. Sedang yang ditunjuk hanya kebingungan.
"kenapa ya pak?"
"ingetin mukanya, namanya Lisa, Allisa. kalau dia pengen ketemu pak Elvano jangan pernah melarang kalau kamu ga mau kena masalah"
"memang dia siapa ya pak?" tanya Mita penasaran.
"udah, kalau kamu masih pengen kerja disini ikutin yang saya bilang" tegas Chandra.
"ba..baik pak"
Chandra segera menghampiri Lisa lagi dan mengajaknya naik menemui Elvano.
"ini ga apa-apa kak?" tanya Lisa ragu.
"yaelah Lice, ini kantor punya laki lo. Kenapa mesti ijin ke resepsionis sih" Lisa hanya cemberut.
Mereka pun masuk ke dalam lift, Chandra menekan tombol angka 15.
"laki lo lagi dalam mode macan garang tuh" ujar Chandra.
"mode macan garang gimana?"
"lagi ada sedikit masalah, meeting udah dari jam 9 tadi sampai sekarang belum kelar juga"
"tapi ini udah jam setengah 1 kak, emang belum waktunya istirahat?"
"boro-boro. Emang siapa yang berani motong pak El dan bilang 'saya laper pak, ayo istirahat dulu'. Cari mati namanya"
"masa sih?" perasaan, Elvano itu daripada macan lebih mirip kucing manis.
"nah makanya, ayo selametin kita. Bawa tuh macan lo" saat pintu lift terbuka, Chandra segera keluar disusul Lisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
EL & AL
RomanceLisa memiliki pilihan untuk menuruti perjodohan ini atau menolaknya. Ayahnya bukan tipe pemaksa, ia menyerahkan keputusan pada Lisa. Tentu saja Lisa ingin menolak, banyak alasan untuk menolak, pertama mereka baru sekali bertemu dan pertemuan itu tid...
