Elvano memijat pelipisnya yang terasa pening, ia membuka kaca mata kerjanya lalu mulai bersandar pada sandaran kursi. Pekerjaannya banyak, tapi bukan itulah yang membuatnya pusing sekarang. Tadi pagi saat bangun, Lisa sudah tak ada di kamar. Informasi dari Fina, kalau Lisa sudah keluar rumah dari pukul 5 pagi.
Nasehat Layla tadi malam bagai membuka matanya, ia secara tak sadar menyakiti Lisanya. Saat matanya masih terpejam ia mendengar pintu yang dibuka.
"El?"
Elvano pun membuka matanya dan melihat Rere sudah berada dihadapannya. Ia tak bergeming dari tempatnya.
"kamu udah makan siang?" tanya Rere. Tapi Elvano tak menyahut.
"ini udah hampir jam 12" ujar Rere lagi. Masih juga tak ada sahutan. Justru tatapan tajam lah yang ia terima.
"ayo kita makan sop iga lagi, dine in tapi. Aku kangen makan disana" ajak Rere ceria.
"lo kemaren kerumah gue?" tanya Elvano dengan suara beratnya. Dapat pria itu lihat Rere terkejut sesaat, walau setelahnya wanita itu berusaha menutupinya.
"istri kamu ngadu?"
"lo kemaren ke rumah gue?" ulang Elvano.
"i-iya"
"ngapain?"
"nganterin cincin kamu. Ketinggalan di apartemen"
"dan daripada langsung balikin cincin itu ke gue, lo lebih milih balikin cincin itu ke Lisa?" Elvano menegakkan badannya, lalu mulai berdiri secara perlahan. Insting Rere memberitahu agar waspada.
"a-aku..aku cuma ga mau istri kamu salah paham El" jawab Rere terbata.
"ga mau istri gue salah paham atau supaya istri gue salah paham?" Elvano kini berdiri tepat di hadapan Rere, sambil bersandar pada meja kerjanya.
"eng-engga El, aku..aku.." tiba-tiba Elvano mencengkram kedua pipi Rere dengan sebelah tangannya. Wajah Rere yang kecil seolah bisa saja di remukkan dengan mudah oleh tangan besar Elvano.
"lo kayanya salah paham Re! Gue nolong lo cuma karna kasian!" ujar Elvano tajam "jangan berharap apapun! Dan jangan pernah kepikiran di otak lo mau ngegantiin Lisa karena itu ga akan pernah terjadi!"
Elvano melepaskan cengkramannya. Air mata Rere sudah membasahi wajahnya. Ia ketakutan, kesakitan juga kecewa dengan ucapan pria di hadapannya ini.
"kamu ga bahagia kan El sama dia?" tanya Rere menantang "kamu lebih nyaman sama aku kan? Jangan denial El!"
Elvano tertawa sinis mendengar itu. Seolah kalimat itu adalah kalimat paling konyol yang pernah ia dengar.
"El, ayo kita perbaiki hubungan ini. Kita mulai semua dari awal" Rere meraih tangan pria itu lalu menggenggamnya lembut.
"stop ngomong konyol Re, jangan bikin gue nyesel ngasih lo pertolongan!" Elvano menghempaskan tangan Rere.
"keluar dari sini dan jangan pernah lagi datang kalau bukan gue yang nyuruh! Atau lo akan nyesel karena main-main sama gue! Gimana kalau kita coba, besok pagi lo tiba-tiba sudah ada di agensi lo di NY?"
Melihat tatapan dan mendengar ancaman itu dari Elvano, Rere segera berbalik badan lalu setengah berlari menuju pintu meninggalkan ruangan itu. Berpapasan dengan Fatih, Rere seolah tak melihat siapapun dan segera masuk ke dalam lift.
Fatih yang tengah memegang ipadnya melihat wanita itu yang seperti ketakutan. Saat pintu lift tertutup ia memandang layar ipadnya.
"belum. Belum saatnya" gumam Fatih.
*****
Siang ini Lisa berkunjung ke kantor ayahnya, selama berada di lift ia sibuk menenangkan jantungnya. Pada lantai empat lift berhenti dan pintu terbuka. Ia segera menyapa sekretaris ayahnya yang mempersilahkannya masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
EL & AL
DragosteLisa memiliki pilihan untuk menuruti perjodohan ini atau menolaknya. Ayahnya bukan tipe pemaksa, ia menyerahkan keputusan pada Lisa. Tentu saja Lisa ingin menolak, banyak alasan untuk menolak, pertama mereka baru sekali bertemu dan pertemuan itu tid...
