*71*

355 40 9
                                        

Mobil yang membawanya dan juga Jeff telah berhenti. Mesin mobil juga telah dimatikan oleh Jeff. Tapi Lisa masih belum berniat keluar. Ia memikirkan ulang keputusannya kesini. Apa yang ia lakukan ini benar?

"Lice?" panggil Jeff "ayo"

Lisa masih tak bergeming, ia gugup dan mulai meremas-remas tangannya. Jeff yang melihat itu pun mengerti.

"kalau kamu ga siap, ya udah ga usah. Aku anterin kamu pulang aja ya?" ujar Jeff lembut.

"engga" ujar Lisa menegarkan diri "ayo"

Wanita itu mengambil tas dan menyampirkan pada bahu lalu keluar dari mobil disusul oleh Jeff masuk ke dalam rumah.

"EOMMA" teriak Jeff memanggil "coba lihat aku bawa siapa"

Bella yang sedang menyiapkan makan siang menoleh saat ada seseorang yang masuk ke ruang makan.

"LISA" ujar Bella terkejut.

"sayangnya mommy" ujar Bella segera menghampiri Lisa.

"mommy"

Kedua wanita beda usia itu pun berpelukan layaknya ibu dan anak yang lama tak bertemu. Bella bahkan mencium pipi Lisa gemas.

"ya ampun sayang lama banget ga ketemu"

"mba Lisa" ujar seseorang lainnya.

"bibi" Lisa pun menghampiri juga segera memeluk Layla.

"apa kabar mba?" tanya Layla.

"baik bi. Bibi gimana? Sehat kan?"

"alhamdulillah, sehat ini" jawab Layla dengan senyum keibuannya.

"mba Lisa" suara yang itu serempak memanggilnya. Dapat ia lihat, Susi, Fina, Hana dan Hani keluar dari dapur secara bersamaan.

"haiiii" sapa Lisa ceria. Mereka semua memeluk Lisa secara bergantian.

"mba Lisa gimana kabarnya?" tanya Susi.

Di saat yang lain sibuk mengobrol dengan wanita yang lebih dari satu tahun ini tak mereka jumpai, Hana melipir, berjalan terburu naik ke atas tanpa disadari orang-orang disana. Dengan setengah berlari Hana mengetuk pintu ruang kerja sang boss. Kata masuk terdengar, Hana mendapati dua pria disana, boss nya juga Fatih.

"ada apa?" tanya Elvano.

"pak, di bawah ada mba Lisa" ujar Hana dengan senyum lebar.

"jangan bercanda kamu" tegur Elvano tak percaya.

"ga bercanda pak. Tadi mba Lisa datang sama pak Jeff"

Dengan terburu hingga membuat kursi beroda yang di dudukinya tadi berjalan mundur, Elvano berdiri dan berjalan cepat keluar ruangan itu. Menuruni anak tangga, di ekori oleh Fatih dan Hana.

Hana rupanya tak berbohong, disana, wajah yang sangat ia rindukan ada disana sedang di tarik lembut oleh mommy nya menuju dapur. Elvano mematung pada pembatas ruang keluarga dan ruang tamu. Menatap lamat Lisa yang terlihat luar biasa cantik.

"El" panggil Bella saat melihat pria itu mematung.

Akhirnya Lisa bertemu tatap dengan Elvano yang masih mematung sedari tadi. Dan ya, Lisa akhirnya melihatnya. Melihat keadaan menyedihkan Elvano yang di maksud Jeff tadi.

Mantan suaminya itu hampir tak di kenali. Dengan kaos putih belel juga celana training hitam yang dikenakannya siang ini. Rambut yang mulai menutupi leher, kumis yang berantakan, juga badan yang semakin kurus. Mata laki-laki itu berembun memandanginya.

Melihat keadaan Elvano hari ini, mungkin tidak akan ada yang percaya bahwa pria ini adalah seorang CEO di sebuah perusahaan besar.

"hai" sapa Lisa akhirnya. Tapi Elvano tak menjawab, masih membatu ditempatnya. Membuat keadaan awkward.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

EL & ALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang