*25*

226 39 0
                                    

Seusai makan siang Elvano membawa Lisa ke lantai 2 rumah itu, kekamar utama, kamar yang biasa El tempati sendiri. Setelah pak Rahman dan Gema membawakan koper milik Lisa, Elvano segera menutup pintu.

"ini kamar aku?" tanya Lisa sambil melihat ke sekeliling kamar itu.

"kamar kita" jawab El. Terlihat gusar di wajah Lisa sekarang.

"tapi kamu ingat kan perjan..."

"ingat Lisa" potong El cepat "saya akan menepati janji, tapi kamu jangan berharap kita beda kamar oke?"

"o-oke" kikuk Lisa.

Elvano menarik koper Lisa dan membuka pintu kaca buram yang ada di bagian kiri kamar itu, yang ternyata merupakan walk in closet. Disana berjejer rapi pakaian yang Lisa yakini milik Elvano. Mulai dari jas dan kemeja yang tergantung, lalu celana dan kaos yang dilipat, juga sepatu mengkilap pada bagian bawah. Di tengah ruangan terdapat meja setinggi pinggang dengan bagian atas terbuat dari kaca. Terlihat berbagai macam jam tangan mahal serta dasi yang tersusun berdasarkan warna.

"nanti minta Hana untuk nyusun pakaian kamu" ujar Elvano memecah konsentrasi Lisa yang menghitung jumlah dasi.

"oke"

"saya masuk ke ruang kerja dulu, ada yang harus saya kerjain. Kamu mandi aja dulu terus istirahat" Elvano mengelus pucuk kepala Lisa, lalu berjalan keluar kamar tanpa menunggu jawaban Lisa.

Lisa pun berjalan keluar dari walk in closet dan ia melihat sebuah pintu kaca di bagian kanan kamar ini. Menyibak tirai putih lalu mendorong pintu yang terbuat dari kaca tersebut, membawa Lisa menuju balkon yang menyajikan pemandangan kolam renang samping rumah itu.

"pak Yanto kayanya jago banget jaga taman rumah ini" gumam Lisa.

Di sekeliling kolam renang terdapat rumput pendek yang sangat terurus serta beberapan tanaman dengan bunga berwarna-warni. Di pinggir kolam ada kursi santai berwarna coklat dengan payung lebar yang menaungi.

Lisa menoleh ke bagian belakang rumah, ada bagian bangunan yang terpisah dari rumah ini yang menggunakan rolling door. Lisa menebak itu pasti garasi mobil Elvano. Lisa sedikit berjengit kala pintu kamarnya diketuk dari luar.

"mba Lisa, saya Hana. Mau beres-beres baju mba Lisa" ujar suara dari luar.

Lisa pun segera membukakan pintu dan mendapati wanita muda dengan ikatan rambut tinggi didepan pintu.

"ayo masuk"

Hana mengekor Lisa dan masuk kedalam walk in closet. Lisa segera membuka kopernya dan mempersilahkan Hana untuk mulai menyusunnya ke bagian dalam lemari yang ternyata telah dikosongkan. Hana mulai menyetrika dengan setrika uap, menggantung dan melipat beberapa baju.

"kamu udah lama kerja disini?" tanya Lisa sambil melipat dan merapikan pakaian dalamnya.

"baru sekitar 3 tahun kayanya mba" jawab Hana sopan.

"belum terlalu lama dong ya"

"iya mba, abis lulus SMA saya langsung di ajak bu Layla kesini"

"oh kamu satu daerah sama bu Layla?"

"iya mba, kita satu kampung, di Bandung"

"Bandung? Aku juga dari Bandung loh. Tapi dari lulus SD sih pindah kesini" ujar Lisa antusias "kerja disini bareng Hani juga?"

"iya mba. Kita emang kaya kucing sama anjing, tapi ga bisa pisah" Hana tertawa "tadinya kita mau jadi TKW di Malaysia, udah mau daftar sama orang yang nyalurin pembantu. Tapi sama bu Layla diajak kesini, gajinya sama aja. Jadi ya mending disini" jelas Hana.

EL & ALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang