Suara hair dryer berbunyi nyaring kala Lisa sedang mengeringkan rambutnya pagi itu. Memikirkan beberapa hal ini dan itu saat tiba-tiba ponselnya berbunyi dan menampilkan top up pesan dari Clafita. Ia pun segera mengambilnya dan membuka pesan itu yang berisi sebaris link yang membawanya ke laman twitter base kampus mereka.
Tanpa sadar Lisa terbelalak saat ia lihat fotonya ada disana bersama om Bayu yang sedang berpelukan. Ini foto kemarin malam waktu ia bertemu om nya itu di depot mie ayam tapi Elvano dan tantenya belum datang.
Jelas caption yang tertera menimbulkan keriuhan, lagi-lagi. 'oh ini suaminya kak Lisa?' menggiring opini liar netizen yang lain.
"anjir!" Lisa tak percaya. Ia pun tertawa sendiri bagaimana ia sedang hangat-hangatnya menjadi bahan gibah. Bahkan bak artis yang dikuntit paparazi, foto itu jelas diambil secara diam-diam.
"sayang" Lisa segera mematikan ponselnya saat ia lihat Elvano masuk ke kamar mereka dan menghampirinya.
"hm?"
"kenapa? Kamu melamun lagi?"
"engga. Kenapa? Kamu kok udah rapi? Ini masih setengah tujuh" ujar Lisa mengalihkan.
"iya, ini aku ada meeting harusnya jam 9, tapi ternyata penerbangannya di majukan maskapai. Jadi mereka minta meetingnya di jam 7. Kamu ga apa-apa ya sarapan sendiri?"
"iya mas ga apa-apa kok, kamu berangkat aja"
"tapi kamu jangan lewatin sarapan ya"
"iya kamu juga ya" Elvano mengangguk lalu mencium lamat kening Lisa dan ia menangkup wajah tanpa make up istrinya itu.
"Sa. Aku ga akan tau masalah apa yang kamu hadapi kalau kamu ga cerita sama aku. akhir-akhir ini aku merasa kamu punya masalah yang kamu simpan sendiri. Kalau kamu ga mau cerita sama aku ya udah ga apa-apa. Tapi kalau kamu butuh bantuan jangan pernah ngerasa kamu ngerepotin aku ya? aku suami kamu, aku suka kalau kamu mau ngandelin aku. oke?" dengan senyum teduh, kalimat yang keluar penuh kelembutan membuat air mata Lisa keluar tanpa ia sadari.
"maaf ya mas, nanti, nanti aku akan cerita" ujar Lisa memeluk suaminya itu. Elvano pun membalas pelukan itu mencoba menenangkan walaupun dirinya sendiri pun tak tenang melihat istrinya itu nampak tertekan tapi mencoba terlihat baik-baik aja.
*****
"pak Her, saya pulang jam 11. Tolong ditunggu aja ya"
"baik mba"
Lisa pun keluar dari mobil dan berusaha menulikan telinganya. Bisikan-bisikan itu berusaha ia hiraukan, tak ingin membuang energinya.
"Lice!" Lisa menoleh mendengar suara familiar memanggilnya, Ochie.
"kak Jen sama kak Cla mana?" tanya Lisa tak mendapati kedua sahabatnya yang lain.
"kelas mereka jam 9 nanti, katanya kan Jen ikut papahnya dulu meeting" jelas Ochie.
"ya udah ayo"
"apa lo liat-liat?! Pengen gue colok biji mata lo?!" tiba-tiba Ochie dengan tajam saat beberapa mahasiswi memandang Lisa dengan hina "om nya! Itu om nya goblok! Ga liat lo sama komenan gue?"
"udah Chie, buang-buang waktu. Mereka cuma mau percaya sama apa yang mereka pengen percayai aja. Ga usah repot-repot ngejelasin"
Lisa segera menarik Ochie untuk masuk ke dalam kelas, menghindari keributan di pagi itu. Ia memang sudah menjelaskan ketika melakukan panggilan grup tadi pagi bersama Ochie, Clafita dan Jennie. Lisa sudah mengatakan kalau yang ada di foto itu om Bayu, om yang baru datang dari Brunei setelah beberapa tahun.
Fitnah yang lagi-lagi dilakukan pada Lisa benar-benar membuat mereka geram, tapi Lisa melarang untuk melakukan keributan lainnya. Bahkan Clafita sudah siap akan mencari siapa pengirim foto itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
EL & AL
RomanceLisa memiliki pilihan untuk menuruti perjodohan ini atau menolaknya. Ayahnya bukan tipe pemaksa, ia menyerahkan keputusan pada Lisa. Tentu saja Lisa ingin menolak, banyak alasan untuk menolak, pertama mereka baru sekali bertemu dan pertemuan itu tid...