Lisa bergeliat dalam tidurnya lalu tak lama meringis ketika merasakan remuk diseluruh badannya. Ia mulai membuka mata perlahan ketika tak sengaja menatap sinar matahari yang mengintip dari sela gorden.
"ssshhh" Lisa lagi-lagi meringis ketika merasakan perih pada bagian pusat tubuhnya.
Ingatan wanita itu melayang pada kejadian tadi malam, seketika pipinya memerah. Tadi malam ia kehilangan status virgin miliknya, yang ia serahkan secara senang hati pada Elvano.
"astagaaa. Ini gue beneran tadi malam nananinu sama El?" bisiknya pada diri sendiri.
Tak ada penyesalan sama sekali tentu saja. Ia mengingat dengan baik bagaimana Elvano memperlakukannya tadi malam. Bukan hanya ada nafsu, tapi ada rasa cinta yang sangat besar dari laki-laki itu. Jelas terlihat bagaimana El melakukannya dengan lembut dan hati-hati.
Lisa terkikik geli saat tadi malam Elvano kesusahan memasukkan 'miliknya'. Pada saat Lisa jujur kalau ini adalah kali pertama Lisa melakukannya Elvano terkejut bukan main.
"ini kali pertama kamu? kamu masih virgin?" Lisa hanya mengangguk geli.
Setelahnya Elvano yang tadinya beringas menurunkan 'kekuatannya'. Melakukannya dengan lembut, hati-hati, dan selalu bertanya "sakit ga?".
Cklek.
Pintu kamar terbuka menampilkan Elvano yang membawa sarapan pada pada nampan.
"kamu sudah bangun?" tanya El pada istrinya. Lisa hanya mengangguk dan mencoba bangkit untuk duduk.
"aww" aduh Lisa saat lagi-lagi merasakan perih.
Elvano segera meletakkan nampan yang ia bawa lalu membantu Lisa untuk duduk, ia meletakkan bantal pada punggung wanita itu.
"masih sakit banget ya?" tanya El khawatir.
"aku haus mas"
Elvano segera mengambil segelas air putih pada nampan yang tadi ia bawa dan memberikannya pada Lisa.
"kamu mau minum obat ga? Biar aku ambilin pain killer"
"engga usah, nanti juga ilang sakitnya"
"beneran?" El masih sangat khawatir.
"iyaa mas" jawab Lisa sambil terkekeh melihat wajah khawatir suaminya itu.
"maaf ya. Aku ga tau kalau kamu baru pertama kali. Kalau tau kan aku..." ujar El gantung, bingung mencari kata yang pas.
"iya mas ga apa-apa kok, setelah tau kan kamu juga jadi lebih lembut. Padahal kamu nahan-nahan kan?" goda Lisa membuat wajah laki-laki itu memerah.
"tapi...berarti aku yang pertama buat kamu ya Sa?" Lisa mengangguk pasti "terus kamu ga pernah..."
"having sex?"
"ya" El mengiyakan masih dengan wajah bingungnya.
"menurut kamu? kalau aku sudah pernah, gimana bisa masih virgin pas sama kamu?" tanya Lisa balik.
"terus selama pacaran kalian ngapain aja?"
"hah?" kali ini Lisa yang bingung "ya pacaran kaya orang pada umumnya aja mas. Jalan, nonton, makan"
"itu doang?"
"mas, aku sama kak Arvin pacaran sehat. Kita ga pernah kepikiran untuk berhubungan sebelum nikah. Tapi pokoknya kita ga pernah ngomongin hal itu" jelas Lisa. Dapat ia lihat bagaimana Elvano mencoba menahan senyum sumringahnya mendengar itu.
"kenapa? Kamu pikir aku udah pernah gituan sama kak Arvin?" tanya Lisa lagi.
"aku ga nyangka aja Sa, masih ada ya orang yang udah pacaran lama tapi masih bisa untuk ga kesana. Apalagi dengan pergaulan jaman sekarang, kaya udah mewajarkan hal gitu kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
EL & AL
Roman d'amourLisa memiliki pilihan untuk menuruti perjodohan ini atau menolaknya. Ayahnya bukan tipe pemaksa, ia menyerahkan keputusan pada Lisa. Tentu saja Lisa ingin menolak, banyak alasan untuk menolak, pertama mereka baru sekali bertemu dan pertemuan itu tid...
