Siang ini Lisa sedang berada di mobil yang akan membawanya kerumah orang tuanya. Saat sang ibu mengetahui kalau Lisa akan mengunjungi mertuanya di Korea, ia disuruh mampir untuk menitipkan oleh-oleh. Sebagai anak yang baik tentu Lisa mau saja.
Sesampainya di halaman rumah, Lisa melihat mobil sang ayah yang sudah terparkir. Ia pun segera masuk setelah mengucapkan salam.
"ayaaaahhh" panggil Lisa manja melihat sang ayah sedang bersantai di sofa. Ryan segera berdiri dan memeluk anak perempuannya itu.
"ayah ga ke kantor hari ini?" tanya Lisa bingung, karena ini baru jam satu siang tapi ayahnya sudah di rumah.
"ayah ga enak badan nak"
"loh ayah sakit?"
"kecapean ayahmu itu dek" sahut sang ibu yang datang dari dapur.
"kecapean kenapa yah? Perlu ke dokter ga?" Lisa khawatir.
"engga, ini ayah udah sehat gini cuma kurang tidur aja" sahut Ryan.
"kalau ibu ga maksa buat libur dulu ke kantor hari ini pasti masih ngeyel buat kekantor" omel sang Ibu.
"emang ayah lagi sibuk apa sih di kantor?" tanya Lisa khawatir.
"ayah lagi ngawasin proyek ruko suamimu itu loh, yang di Bali. Ayah ga mau, Elvano yang udah percaya ke ayah jadi kecewa"
"tapi tetap harus jaga kesehatan dong yah, jangan sampai kecapean"
"tuh dengerin kata anakmu, kalau aku yang bilang nanti dibilang bawel" Ratih menggerutu.
"iya iya, ayah jaga kesehatan kok ini. Jadi, kapan kamu berangkat?"
"besok malam yah"
"oh iya" Ratih berlalu ke dapur dan kembali dengan membawa tas kain yang biasa ditemukan di minimarket.
"apa itu bu?" bingung Lisa.
"oleh-oleh untuk mertuamu. Ini ada indomie goreng, bapak mertua kamu suka banget ini, terus ini juga bawang goreng, terus ada kepiting saus telur asin juga. Ibu udah bungkus biar bisa masuk bagasi, ga akan keluar baunya" Ratih mengeluarkan isi tas tersebut.
Lisa menganga melihat sang ibu yang sangat antusias untuk memberikan oleh-oleh mertuanya. Ia pun hanya terkekeh melihat kelakuan ibunya itu.
"iya bu, nanti aku bawa ya" Ratih kembali membungkusnya.
"Lisa" panggil Ryan serius.
"kenapa yah?"
"gimana hubungkan kamu sama suamimu?" tanya Ryan serius.
Ditanya begitu Lisa tertegun sesaat, dapat ia lihat sorot mata khawatir dari ayah maupun ibunya. Memang Lisa sering datang kerumah orang tuanya sejak ia menikah, tapi biasanya bersama Elvano. Hanya kali ini ia datang tanpa suaminya itu.
"baik yah. Hubungan aku sama Elvano baik. Dia memperlakukan aku dengan sangat baik. Awalnya aku sempat benci, tapi semua yang dia lakukan berhasil meluluhkan aku" beber Lisa dengan senyum menenangkan.
"beneran kan nak? Kamu ga cuma supaya ayah sama ibu ga khawatir kan?" tanya Ratih memastikan.
"engga bu, aku beneran. Aku udah jatuh cinta sama El" aku Lisa.
Pengakuan itu membuat orang tuanya lega sekaligus bahagia. Ryan bekerja keras, agar apabila suatu saat nanti putri bungsu mereka tetap bersikeras untuk tak bisa bersama pria yang sudah berinvestasi pada perusahaanya itu, ia dapat mengembalikan dana tersebut.
Tapi melihat senyum yang diberikan Lisa, Ryan dan Ratih merasa yakin, kalau pria bernama Elvano itu telah merebut hati gadis kecilnya.
"ibu bersyukur kalau ternyata cinta Elvano tersampaikan ke kamu. Awalnya ibu juga khawatir nak, kalau dia punya maksud tersembunyi"
KAMU SEDANG MEMBACA
EL & AL
RomanceLisa memiliki pilihan untuk menuruti perjodohan ini atau menolaknya. Ayahnya bukan tipe pemaksa, ia menyerahkan keputusan pada Lisa. Tentu saja Lisa ingin menolak, banyak alasan untuk menolak, pertama mereka baru sekali bertemu dan pertemuan itu tid...
