*4*

479 60 0
                                        

ALLISA LOVATA BAHAR

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ALLISA LOVATA BAHAR

Semakin malam acara pertunangan itu terasa makin meriah, hingga akhirnya acara inti. Chandra dan Windi dipanggil untuk segera bersiap-siap memperbaiki riasan dan naik keatas panggung. Bersamaan dengan Fatih yang datang menghampiri El.

"Malam pak, meja anda disana bersama dengan saya" ujar Fatih. Tanpa menyahut El pun berlalu dengan sekali lagi memandangi Lisa.

"Ya udah kalian ambil makan deh, tuh meja kita disitu" Ochi menunjuk meja dengan 5 kursi yang masih kosong"

"eh emang Jerry ga dateng?" tanya Cla

"Masa calon kakak ipar tunangan ga dateng?" lanjut Jennie

"Dia baru berangkat ke Jepang kemaren, dadakan" lanjut Ochi. Sadar kalau mood Ochi mulai jelek, Lisa pun menenangkan.

"Ya udah yuk, kan Jerry cari duitnya juga buat lo. Dia baru 2 tahun kerja, jadi emang harus serajin itu. Tapi kan ada buktinya, dia naik jabatannya cepet. Mending sekarang kita duduk, gue mau terharu liat kak Chan sama kak Windi" mereka berlima pun segera duduk di kursi yang ditunjuk Ochi setelah sebelumnya mengambil beberapa makanan.

Tak jauh dari situ El terus memandangi Lisa dengan tatapan yang masih sulit diartikan. Fatih menyadari itu tapi dia tak ingin lancang bertanya. Beberapa wanita mencoba mencari perhatian dari sang CEO muda tersebut. Mulai dari yang hanya terus mondar-mandir didepan meja El. Sampai yang nekat meminta berkenalan, sayangnya El bahkan tidak menoleh.

"Fatih, saya ingin kamu mencari tahu soal Lisa" ucap El akhirnya mengeluarkan suara.

"Lisa siapa pak?" tanya Fatih asing dengan nama itu. El kemudian menatap Lisa kembali. Fatih yang paham mengikuti arah pandangan bossnya itu. "Temannya adik Chandra, yang pakai baju abu-abu" sebenarnya Fatih penasaran kenapa tiba-tiba El ingin tahu tentang teman adiknya Chandra. Apa memang mereka sudah saling kenal atau apa. Tapi rasa penasaran itu dia simpan sendiri. Tahu bahwa seorang Elvano tidak suka ditanyai, dia akan mengatakan sendiri saat ingin.

"baik pak" hanya itu yang bisa ia katakan.

"tapi jangan sampai Chandra tahu tentang hal ini"

"baik"

Acara malam itu akhirnya selesai, tamu mulai pulang begitu juga dengan Lisa, Arvin, Jennie dan Cla yang berpamitan pada Ochi. Tanpa sengaja Lisa yang berjalan mundur tersenggol El yang berjalan menuju mobilnya.

"astaga maaf pak, maaf" ujar Lisa panik.

"Sampai ketemu lagi Lisa" sahutnya yang membuat Lisa menganga. Kemudian El masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area halaman rumah.

"apa tadi? Sampai ketemu lagi? Yang mau ketemu lagi siapa dah. Orang aneh gitu" dumel Lisa.

"iya deh, beberapa kali gue noleh dia emang ngeliatin lo terus. Lo kenal sebelumnya? Timpal Cla.

"kenal dari mana kak, namanya aja baru tau tadi"

"suka kali tuh sama lo"

"apaan sih kak" ujar Lisa tak terima.

"emang siapa?" tanya Arvin akhirnya.

"bossnya kak Chan" sahut Lisa singkat. Arvin diam, entah mengapa harus merasa waspada "ya udah, Lisa sama gue ya Jen" pamit Arvin. Jennie mengiyakan lalu juga masuk kedalam mobilnya sendiri dan pulang.

*****

EL & ALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang