30 | Trapped

5.6K 324 102
                                        

Hola!!! Mas Tantrum UPDATE!! Cus, ramaikan chapter ini dengan isi cerita yaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola!!! Mas Tantrum UPDATE!!
Cus, ramaikan chapter ini dengan isi cerita yaa.

Happy Reading.

•••

Sudah semalaman, Kaia terjebak di dalam sebuah kabin kosong bersama Francis. Akibat badai yang datang semalam, mereka tidak dapat pulang. Listrik mati, pandangan terbatas, tidak ada signal maupun pelayan yang dapat membantu. Hingga mereka lebih memilih untuk menghabiskan hampir sepanjang malam dengan bercinta.

Sekarang sudah pagi, meski cuaca di luar mulai tenang, hujan masih turun dengan ramah. Menyelimuti sepasang insan manusia yang berpelukan dalam kain putih kecil. Keduanya tidak dapat melakukan banyak pergerakan, karena ranjang yang mereka tempati itupun sangat sempit.

Francis mendengus pelan. Diam-diam menatap Kaia yang terlelap dengan pulas. Bulu matanya terlihat lentik dan halus. Itu adalah dua bagian favorit lain yang sangat disukai Francis. Pria itu menelan ludah. Menarik salah satu tangan untuk menyentuh tepi wajah Kaia. Mengusap pipinya yang sedikit bulat dan merah. Rasanya menjadi menyenangkan.

"Aku harusnya melepaskan mu sekarang." Francis membatin. Berkelana menuju bibir merah perempuan itu. Menyentuhnya pelan-pelan. Benar. Sudah sepantasnya, Kaia mendapatkan kebebasan seperti semula. Dia sudah tidak lagi membutuhkan perempuan itu. Karena Omega Virus, sudah ditangannya. Namun, entah mengapa, ada kekosongan dan rasa takut saat Francis memikirkan itu. Dia menjadi resah dan rakus. Ingin memiliki Kaia seutuhnya.

"Francis." Kaia berbisik pelan. Mengacak-acak lamunan pria tersebut. Matanya terbuka, dan langsung mendapatkan sambutan ciuman menenangkan dari pria itu. Kaia sedikit gugup sebenarnya. Dia masih takut, bahwa pria itu akan membunuhnya saat ada kesempatan.

"Kau lapar?" tanya Francis dengan pelan.

"Ya. Sedikit," ucap Kaia. Mengerjapkan mata dengan suara mendesah pelan. Dia masih sangat mengantuk sebenarnya. Tadi malam, Kaia banyak memimpin. Dia bahkan sudah berani untuk di atas pria itu.

"Aku tahu, kau bekerja keras semalam. Tapi, tidak ada makanan di sini, kecuali jika kau masih bisa menunggu aku memancing ikan."

Kaia terkekeh pelan. Mendengar opsi yang ditawarkan Francis.

"Kita pulang saja!" ajak Kaia.

"Di luar masih hujan. Kau tahu, mobilku ada sekitar beberapa meter dari air terjun. Kita harus jalan kaki," jelas Francis. Membuat Kaia berdecak. Dia bergumam pelan, bergerak turun melihat lengan kebawah pria itu. Astaga, wajahnya mendadak merah. Mengingat-ingat Francis yang tengah menyetubuhinya hampir setiap malam itu. Gagah dan sangat kuat. Hingga Kaia merasa basah sekarang.

"Apa yang kau pikirkan, Kaia Decker?" tanya Francis. Menaruh ujung jarinya di antara perut perempuan itu.

Kaia menelan ludah. Sengaja mengisi kerongkongan nya yang ternyata sudah kering.
Dia lalu mendesah. Pelan-pelan mengerutkan kening, saat jari pria itu tiba di tepi kewanitaannya.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang