🚩🚩🚩21+ | Dark romance, Angst, politic, manipulatif, grumpy, abusive, matured, Guilt Trip, revenge.
Menjadi tawanan, membuat Kaia terjebak di dalam sangkar emas. Tubuhnya dilecehkan sepenuhnya, dipaksa menikmati ketakutan dan penderitaan bertahun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola. Mas Tantrum UPDATE!!! Pokoknya, kasih komen yang banyak yaaa.
Happy reading!
•••
Kaia berusaha keras memejamkan matanya. Dia meringkuk, masuk ke dalam selimut putih yang tebal. Sesekali, suaranya terdengar mengerang, marah atau kesal. Francis kembali menerornya, dengan beberapa pesan yang menyebalkan, serta berbau intim.
"Berhenti menghubungiku!" ucap Kaia di akhir pesan, dan memutuskan untuk mematikan ponsel. Dia sudah sangat kelelahan. Ini hampir pagi. Kaia belum tidur dengan nyenyak selama berhari-hari. Sejak kejadian penculikan itu, Francis semakin agresif.
"Bastard!" umpat Kaia, dengan menarik napas panjang. Lalu melipat kedua tangannya di dada untuk melupakan segalanya.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Kaia berdecak. Menutup matanya dengan rapat untuk melupakan seluruh pikirannya tentang Francis ataupun Hunter. Kaia sudah merasa sangat terganggu.
"Kau tidak bisa tidur?" Kaia tersentak. Mendadak mendengar suara Francis yang berbisik-bisik pada tepi telinga nya. Dia mengedarkan mata, menatap sekitar ruangan yang gelap dan sepi. Lagi, dia berkhayal, saking cemasnya.
Kaia menelan ludah. Berkali-kali mengatur napas. Damn! Dia tidak dapat tidur. Hingga dengan terpaksa, perempuan itu bergerak menuju balkon. Mungkin, hanya udara segar yang dapat membantunya untuk lepas dari segala kegilaan itu.
"Aku harus menyingkirkan pria itu. Ya. Harus. Karena jika tidak, dia akan selalu menggangguku seperti sekarang!" Kaia menghela napas. Meraih ponselnya kembali dan menghidupkan benda tersebut. Tangannya bergerak. Menari-nari dengan sempurna. Kesabarannya tipis, hingga dengan kesal benda itu dipukul-pukulnya keras. Ada pesan masuk lagi, saat benda itu hidup. Jelas dari Francis.
"Kita harus bertemu. Ada yang harus kubicarakan langsung!" tulis Kaia tanpa ragu. Membuat penerima pesan, yang sibuk memantaunya dengan teleskop itu langsung tersenyum tipis.
Akhirnya....
***
"Ada yang aneh dengan virusnya. Aku yakin, bahwa ini bukan Omega Virus."
Dalam sekejap, Ron langsung menatap wajah ilmuannya. Keningnya berkerut, tampak mulai marah.
"Apa maksudmu?" Ron bahkan sulit bernapas.
"Sejak awal, saya sudah curiga. Sekarang, saya sangat yakin, bahwa ini, benar-benar bukan Omega Virus yang anda cari. Seseorang, mungkin sudah menipu anda," kata ilmuan itu, membuat Ron Roche segera bangkit dari tempatnya.
"Jangan main-main denganku. Benjamin, tidak mungkin berkhianat!" kata Ron. Mencekik leher ilmuan itu dengan keras.
"Saya tidak mungkin berani main-main dengan anda," kata ilmuan itu terbata-bata. Dia mulai sesak. Menatap kedua mata Ron yang tampak sangat marah. "Anda bisa mencari orang lain untuk membuktikan!"