62 | Bungalows

3.5K 316 78
                                        

Hola

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola. Mas Tantrum sama Bumil Kaia update nih!
Tenang, chapter ini masohw aman kok buat dibaca meski puasa.

Happy reading.

••••


Kaia terlihat begitu resah. Tidak terlalu bersemangat. Dia tidak mengerti, pada alasan Treena yang memaksanya untuk tetap menjalani pesta lajang ini. Padahal, dua hari sebelumnya, mereka mengalami situasi mencekam akibat kehamilannya. Kaia bahkan belum memutuskan apapun, untuk langkah selanjutnya.

"Kau tidak apa-apa? Kita bisa membatalkan liburan ini jika kau sakit." Conrad memberi perhatian. Menatap dalam-dalam kedua mata Kaia yang nampak cekung. Pria itu belum tahu apapun. Treena masih sengaja merahasiakannya. Kebetulan, Conrad tidak di tempat waktu Kaia pingsan. Hingga mereka dapat menutupnya rapat-rapat. Pria itu, pasti tidak akan tinggal diam, jika kehamilan Kaia tersebar.

"Tenang saja, Sir. Aku pasti akan menjaganya. Lagipula, ini liburan sebelum kami menikah." Hunter mencampuri, sambil merangkul pergelangan tangan Kaia dan mengusap-usapnya lembut.

Treena mendongak. Menatap Hunter jengah. Dia benar-benar benci pria tersebut. Ingin memakannya hidup-hidup. "Lihat saja nanti, apa kau masih bisa menyentuh putriku seperti itu atau tidak, jika Francis datang nanti."

"Hunter benar, sayang. Aku, kau, Atlas, Dayana dan Renzo juga di sini untuk menjaga putrimu. Dia akan baik-baik saja." Treena mendekat. Mendorong Hunter menjauh dan menggantikan tempat pria itu.

"Kau yakin, Kaia?" tanya Conrad. Ingin diyakinkan lebih. Hanya menatap putrinya. Dia memang selalu cemas. Bahkan kadang terlalu berlebihan.

"Ya, Dad. Ini liburan terakhir ku, kan? Setelah ini, aku mungkin akan kembali ke Minnesota atau tempat lainnya bersama Hunter," ucap Kaia dengan percaya diri. Tersenyum tenang. Dia menghela napas dalam-dalam karena perutnya terasa penuh.

"Baiklah kalau begitu, tapi, jika kau merasa sakit atau apapun, segera kabari aku."

"Tentu saja, Dad. Aku tahu." Kaia melempar senyum yang selalu hangat. Dia tahu, bahwa Conrad khawatir, dan dia akan menjadi putri yang selalu menenangkannya.

"Kalau begitu, kita sebaiknya pergi ke bungalows masing-masing, karena nanti malam akan ada perayaan khusus." Treena mendelik Dayana. Adik tirinya itu mengulum bibir. Dia terkekeh pelan. Sudah tahu rencana Treena. Sejak kecil, mereka saling mendukung. Jadi sekarang, Treena sudah jelas berbagi informasi penting itu.

"Aku akan bersama Kaia, kan?" tanya Hunter. Cukup yakin.

"Tidak. Kau bersama Atlas. Putriku ingin sendiri." Treena segera berkata. Menatap Hunter dengan senyum mematikan. Harusnya, dia sudah tahu, bahwa Treena tidak menyukainya sedikitpun.

"Denganku?" Atlas berdecak, dan Dayana segera memukul bahu putranya itu untuk memberi tanda.

"Bukannya kalian bersahabat? Kenapa kau sekarang keberatan?" tanya Dayana. Membuat kedua bola mata milik Atlas berputas resah.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang