65 | I Beg you

4.1K 390 82
                                        

Hola

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola. Mas Tantrum UPDATE!
Tenang, aman sekali dibaca kok. Happy reading. Jangan lupa vote dan kasih komen.

•••


Ron Roche semakin cemas. Dia sudah muak, menatap makanan yang tidak terlihat menarik sedikitpun. Terhitung sejak ia ditangkap, Benjamin belum mengunjunginya seharipun. Tidak ada bantuan, tidak ada kesepakatan apapun mengenai pembebasan nya. Apalagi Francis, dia diam-diam membayar narapidana bahkan sipir penjara untuk menyiksanya di dalam sana.

Ron sudah berusaha. Mencoba menghubungi beberapa kontak yang mungkin dapat membantunya, akan tetapi, tidak ada satupun yang bersedia. Bahkan, dia sudah dengar, bahwa Francis mengambil alih the Midnight dan mengincar orang-orang itu untuk memihaknya.

Kadang, Ron terduduk. Merasa sangat lucu, memikirkan kehidupannya. Dia sangat berkuasa di tahun-tahun sebelumnya. Membunuh siapapun yang menghalangi jalannya, bahkan istri-istrinya sendiri, selingkuhan, rekan bisnis atau manusia-manusia tak bersalah lainnya hanya untuk kepuasan. Sekarang, dia terduduk, lesu, penuh luka lebam dan memar, kaki kirinya bahkan sudah patah. Sulit untuk menopang tubuh nya yang sudah renta. Dia kini kalah, pada putranya sendiri, Francis Ryan Roche. Bahkan, saat mendengar nama itu saja, kini membuatnya menggigil.

"Ron Danniel Roche," teriak salah satu sipir penjara yang bertugas. Matanya membesar, menatap tajam.

"Ada apa?" tanya Ron, meninggalkan mangkuk makanannya.

"Habiskan soup mu, lalu ikut aku! kau akan keluar dari sini," ucap kepala sipir penjara itu.

"Aku? Keluar?" Ron bergidik, hampir tidak yakin. Segera ia meraih tongkat di dekatnya, dan menyelipkan benda tersebut pada ketiak kirinya. Dalam sekejap, ia meraih semangkuk soup yang terlihatnya masih cukup hangat, dan menenggaknya cepat-cepat.

Sipir itu mendengus. Menunggu dengan sabar hingga Ron berhasil mendekatinya.

"Kalian dengar? Aku dibebaskan, dan lihat saja nanti, di saat aku keluar, aku akan membalas perlakuan kalian semua terhadapku!" ancam Ron. Segera bergerak mengikuti langkah sipir dengan girang.

"Akhirnya. Akhirnya. Siapa yang menolongku? Pasti Benjamin. Ya. Aku sudah tahu, pasti dia." Ron terkekeh. Bicara sendirian saking bersemangatnya. Akan tetapi, tiba-tiba saja, langkah kakinya terhenti, dan kepalanya menjadi sangat sakit sekarang.

"Cepat!" sipir itu berteriak. Namun ucapannya mendadak sulit dicerna.

Ron menelan ludah. Badannya menjadi aneh, panas dingin. Seluruh ruangan mendadak terasa begitu ekspresif, berputar-putar kencang. Hingga dalam dua menit, tubuhnya lumpuh. Jatuh terhempas ke lantai dan kejang-kejang. Ron mengerang, sampai tak sadarkan diri.

Dalam sekejap, sipir itu menunduk. Menarik Ron ke pinggir bersama dua orang rekannya yang lain. Terlihat santai, seakan-akan tidak terjadi apapun.

***

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang