48 | The tenth day

3.8K 289 154
                                        

Hola! Selamat malam minggu! Mas Tantrum UPDATE!Komen dan vote yang banyak, ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Selamat malam minggu!
Mas Tantrum UPDATE!
Komen dan vote yang banyak, ya.


•••

Sudah sepuluh hari, pasca Francis mengikat simpul pertunangannya bersama Jasmins, dia belum melihat pergerakan apapun dari Kaia. Perempuan itu, lagi-lagi mengabaikannya. Membuatnya resah, tercampur dalam rasa frustrasi. Beberapa jebakan terpasang, namun Kaia tidak dapat dimanfaatkan semudah pikirannya.

"Fuck! Dia memblokir nomorku lagi," decak Francis dengan jelas. Melempar ponsel untuk kesekian kalinya. Dia marah, menatap resah ke arah kaca balkon. Sudah berhari-hari, Kaia tidak terlihat. Bahkan di dalam bingkai kamera pengawas yang membajak hampir tiap-tiap mansion Decker. Hening, sunyi, sepi. Kaia menghilang, dan hanya Vektor, Aelia, seluruh pengawal serta pelayan di dalam Penthouse, yang tahu betul kondisi Francis saat ini. Dia kacau tanpa Kaia.

Francis berputar, bergerak mendekati rokok, serta botol-botol alkohol nya lagi. Tidak tanggung-tanggung, pria itu menenggak minumannya langsung. Francis selalu menghukum dirinya sendiri, jika sedang frustrasi.

"Tuan muda," dengan cepat. Suara dari Vektor muncul. Dia mendekat. Menatap dengan pandangan dingin yang tergesa-gesa.

Francis menoleh. Membalas pandangan itu. Dia tahu bahwa Vektor mengintimidasi penampilan nya yang memang kacau.

"Tunangan anda di sini," kata Vektor, menelan ludahnya dengan resah.

"Jasmins?" tanya Francis.

"Ya Tuan muda. Dia di bawah, bersama Aelia," jelas Vektor. Membuat Francis berdecak. Sialan! Kepalanya tengah sakit memikirkan Kaia yang tidak sudah-sudah sekarang.

"Biarkan dia menunggu!" kata Francis jelas. Menaruh sebatang rokok di ujung bibir, dan membakarnya dalam sekejap.

"Baik, Tuan Muda," kata Vektor singkat.

"Kau sudah mendapatkan informasi tentang wanitaku?" tanya Francis, mengenakan kemeja putih untuk menutup-nutupi tubuhnya.

"Mansion itu terlihat sepi. Aku dan yang lainnya sedang mengusahakan untuk mencari tahu, namun, sepertinya tidak ada satupun informasi penting terkait nona Kaia."

"Hm. Conrad Decker, sepertinya tidak benar-benar menginginkan virus itu." Francis menyeletuk, bersama tatapan yang benar-benar dingin. "Jika dia masih mengabaikan pesanku, mungkin, lebih baik aku menculik putrinya."

Vektor terkekeh sedikit. Menimpali kata-kata Francis yang penuh obsessi. Dia bergeser, membiarkan Francis melewatinya. Damn! Meski sudah terlihat hancur, Francis terlihat baik-baik saja berkat wajah setampan itu. Aroma tubuhnya terasa maskulin dan kuat.

"Ayo, kita dengar, apa yang diinginkan tunanganku sekarang!" kata Francis. Bergerak dengan tegap. Turun meniti langkah yang sangat tepat, bersama ujung rokok yang dihisapnya kuat-kuat.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang