50 | Fundraising

4.2K 333 151
                                        

Mas Tantrum UPDATE! Pokoknya komen yang rame untuk lapak ini!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mas Tantrum UPDATE!
Pokoknya komen yang rame untuk lapak ini!

Cusss! Happy reading.

•••


Sebuah lonceng raksasa berdentang hebat. Memasuki malam dramatis, orang-orang berkumpul, pergi melangkah memasuki ballroom besar tertutup. Penuh sesak, masing-masing berusaha memamerkan busana terbaik yang mereka kenakan.

Kaia di sana. Turut meramaikan, berbalut gaun putih tulang yang menggambarkan siluet tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya yang sedikit gelap itu digulung ke atas, menunjukkan design halter neck yang menonjolkan bahu hingga lengan. Dia bergerak, memegangi juntaian kain tipis yang mengulir dari bagian belakang leher.

"Silakan, ini kursi anda!" kata seorang perempuan muda, mengarahkan keluarga Decker dengan suit hitam yang memiliki aroma seperti matcha.

Kaia menoleh, langsung tersenyum ramah, tanpa sadar menjadi salah satu pusat perhatian di tengah-tengah penggalangan dana. Dia benar-benar indah, bergerak layaknya putri yang anggun. Kulit putih mulusnya begitu cantik dan kentara.

"Thanks," ucap Kaia dengan lembut. Mengulum bibir mungilnya. Dia duduk, disusul oleh Conrad, Treena dan Hunter-tunangannya yang sibuk meraih kursi untuknya duduk. Salah satu usaha yang tengah dilakukan Kaia, adalah dengan bersikap baik-baik saja, seolah-olah dia tidak pernah tahu kebohongan terbesar Hunter.

Kaia cepat mengerling. Memperhatikan sekitar, cukup klasik dengan lampu-lampu redup yang bergelantungan pada tiap-tiap meja berbentuk lingkaran. Daun-daun buatan berwarna emas saling menempa, mengisi kekosongan langit-langit ruangan. Ada ribuan bunga warna-warni, diutus untuk menambah kesan romantis. Kaia menghela napas, mulai mengecilkan pandangan, hingga irisnya jatuh, tanpa sengaja langsung menetap kepada sepasang mata gelap penuh kekuasaan di seberang mejanya.

Francis Ryan Roche, sudah lebih dulu di sana. Sengaja mengatur meja untuk berada diantara keluarga Decker. Dia tersenyum smirk, bersandar dengan angkuh di sisi Jasmins yang mengenakan gaun kemenangan berwarna merah.

Kontan, Kaia menunduk. Mengalihkan perhatian, karena Francis tidak ragu-ragu untuk menatapnya, bahkan sambil menggenggam sekaligus mengecup singkat punggung tangan perempuan itu. Kaia sesak hingga perut bawahnya tertekan. Merasa tergantikan.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Hunter. Menyadari kehadiran Francis yang mengganggu. Dia mendekat, setengah berbisik.

"Ya. Jangan khawatir!" ucap Kaia. Menepis sentuhan pria itu dengan hati-hati untuk menerima lebih banyak oksigen. Dia mengusap kening, mendadak sangat gatal. Diam-diam mengangkat pandangan untuk menyaksikan Francis yang tengah sengaja bermesraan di depan nya.

"Kau mau pindah?" tanya Conrad. Sekadar menawarkan. Sekilas, melirik Treena yang terlihat tenang. Perempuan itu hanya tersenyum simpul, menikmati kondisi canggung.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang