🚩🚩🚩21+ | Dark romance, Angst, politic, manipulatif, grumpy, abusive, matured, Guilt Trip, revenge.
Menjadi tawanan, membuat Kaia terjebak di dalam sangkar emas. Tubuhnya dilecehkan sepenuhnya, dipaksa menikmati ketakutan dan penderitaan bertahun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola. Mas Tantrum UPDATE nih. Kalau ramai, aku update lagi nih, nanti.
Happy reading!
•••
"Tuan muda, undangan dari ayah anda datang. Dia ingin anda tiba di Inggris sebelum minggu pagi, untuk melangsungkan pertunangan." Vektor mengusik, membuat suasana hatinya mendadak kacau. Ron benar-benar serius dengan usahanya, sementara Conrad Decker, belum menunjukkan sikap untuk mencari ibunya.
"Anda harus datang, karena ini akan memengaruhi keadaan anda, ibu, bahkan nona Kaia."
"Aku tahu, Vek. Dad, pasti mengincar Kaia. Tapi setidaknya, aku selangkah lebih dekat dengan nya dan keluarga itu." Francis menghela napas panjang. Nampaknya sangat sibuk dengan video-video yang tergambar jelas pada MacBook miliknya.
"Anda harusnya menggunakan rekaman video itu agar Hunter bisa mundur." Vektor memberi masukan. Tapi Francis segera menggeleng pasrah.
"Dia berguna, sedikit, meski bajingan itu mengkhianati Kaia, aku yakin, dia akan tetap berusaha melindunginya agar mendapatkan kepercayaan Conrad Decker." Francis berdecak dengan cepat. Diam-diam melirik ke arah rokok yang tergeletak di atas meja. Dia baru sadar, bahwa sudah empat hari, benda itu benar-benar tak tersentuh olehnya. Terlebih, sepanjang Kaia berada di dekatnya. Rokok bukan lagi minat utamanya.
"Saya mengerti. Anda cukup hati-hati dalam masalah ini. Dan, aku mendengar rumor, bahwa The Midnight akan mengadakan rapat rahasia sehari sebelum pertunangan anda dilakukan. Benjamin Roche, kakak anda, akan dilantik."
Francis menarik salah satu alis, tersenyum kaku. Dia terkekeh sedikit, menatap Vektor serius. "Akhirnya, dia mendapatkan keinginannya, kan?"
"Anda benar, Tuan. Jadi, apa langkah anda selanjutnya?"
"Biarkan dia merasakan kursi The Midnight itu sebentar. Ya, Setidaknya dia tidak bangkit dari kuburan hanya ingin menjadi penguasa kelompok yang kotor itu."
"Saya lihat, anda juga serius bekerja sama dengan Conrad Decker." Vektor mengulum bibir.
"Aku harus berusaha untuk mendapatkan putrinya, kan?" Francis terkekeh. Nampak terhibur, meski wajahnya masih terlihat sangat frustrasi. Vektor tahu, bahwa keadaan Francis tidak menentu. Dia tidak stabil. Kaia menolaknya mentah-mentah, meski suara desahan mereka terdengar mengganggu hampir di seluruh penthouse kemarin malam.
Francis berdiri, bergerak menjauh dari layar MacBook. Dia sudah seharian di sana, hanya untuk memperhatikan Kaia lewat kamera pengintai yang terpasang. Entah bagaimana reaksi Conrad Decker jika dia tahu, rumah mereka sudah dikuasai penyusup. Ada penyadap dan kamera pengintai di beberapa titik vital.
"Vektor, aku tengah menghadapi masalah yang serius. Jika selama ini aku memilih diam dan berusaha tidak terlibat dengan Dad. Tapi, kali ini, keterlibatan dengannya, Kaia dan Conrad Decker akan terasa penting. Aku akan melibatkan diri dengan semua orang untuk menyelamatkan orang-orang ku. Oleh karena itu, aku sangat membutuhkan mu untuk mengumpulkan banyak informasi. Vek, satu-satunya cara untuk menghentikan The Midnight adalah menghancurkan ayahku sendiri. Jadi, aku sudah mengambil keputusan yang sangat penting dalam hidupku. Aku akan bergabung bersama the Midnight. Termasuk melangsungkan pertunangan itu. "