52 | My Direction

3.7K 318 311
                                        

Hola! Sesuai janji, kalau rame

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Sesuai janji, kalau rame. Aku update lagi. Terima kasih, yaa. 🥰
Cus, serbu. 😎

Happy reading.

•••

"Dia sudah tidur." Treena segera beranjak. Meninggalkan sofa yang penuh perjamuan. Tatap matanya cekung, tapi, lebih tenang dari sebelumnya.

"Ya. Dia akan tinggal di sini beberapa hari," ucap Conrad. Terdengar lesu. Treena mendelik, melirik tajam pada Francis. Pria itu terlihat diam. Tampak mengkhawatirkan sesuatu.

"Kenapa putriku harus di sini?" tanya Treena, cukup tegas.

"Kaia lebih aman bersamaku, dan Mr. Decker sudah sepakat." Francis membalas tanpa keraguan. Mencoba memberi pengertian.

Treena mendelik sebentar. Langsung menatap pada pintu kamar yang ditutupnya dengan rapat. Dia mengulum bibir. Membentuk senyum tipis. "Teleskop mu terlalu bagus. Jadi, tolong pindahkan dari arah rumahku!"

Francis terdiam. Sudah ketahuan.

"Akan kupindahkan, segera!"

"Teleskop apa?" tanya Conrad. Membuat Treena menarik salah satu alisnya.

"Hanya mainan pria. Kaupun melakukannya dulu, padaku!" ucap Treena. Ingin pamer. Diam-diam mengedipkan salah satu matanya ke arah Francis.

Pria itu berdeham. Hampir terkekeh. Setidaknya, Treena dapat menghibur nya sedikit.

"Kalau begitu, kita pulang sekarang!" ajak Conrad. Membuat Treena menggangguk.

"Terima kasih karena kau sudah datang tepat waktu untuk putriku. Ini kedua kalinya, aku tidak akan melupakan itu."

"Aku hanya melakukan tugasku." Francis menghela napas lega. Membuat Kaia mengangkat ujung jari dan mengarahkan padanya. Itu signal, seolah-olah tahu sesuatu.

"Ayo, Tree!" ajak Conrad. Hampir kesal.

"Pakai pengaman, dia baru selesai datang bulan."

"Treena Alyshanne Decker!" Conrad mengeraskan suara. "Aku tidak menaruh putriku di sini untuk ditiduri!"

"Tenang saja, Sir. Semua tergantung permintaan putrimu. Trust me!" sahut Francis. Membuat Treena tertawa, nyaris lantang, hingga menutup-nutupi mulut dengan tangannya.

"Besok aku akan ke sini untuk melihat putriku."

"Tentu saja. Anda sangat diterima."

Conrad melirik. Tidak memihak. Lantas, dia meraih tangan milik Kaia untuk menariknya pergi. Namun, belum tiga langkah, Hunter sudah berdiri menghadang.

"Di mana, Kaia? Aku akan membawanya pulang dan menjaganya sendiri."

"Kita akan pulang tanpa Kaia," ucap Conrad.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang