🚩🚩🚩21+ | Dark romance, Angst, politic, manipulatif, grumpy, abusive, matured, Guilt Trip, revenge.
Menjadi tawanan, membuat Kaia terjebak di dalam sangkar emas. Tubuhnya dilecehkan sepenuhnya, dipaksa menikmati ketakutan dan penderitaan bertahun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mas Tantrum UPDATE! Selamat hari minggu yaa, semoga terhibur karena ditemenin drama rumah tangga Francis dan Kaia.
Happy reading. Jangan pelit komen yaa, vote! Yang udah kasih komen dan vote, semoga selalu bahagia dan lancar terus rezekinya. 🥰
•••
Suasana hari ini cukup lembab, mendung serta dingin. Seolah-olah menemani kondisi Francis yang tengah dilanda bosan. Dia baru saja tiba, melabuhkan langkah terakhir pada sudut kota Minnesota. Sungguh, kota ini memiliki perbedaan yang besar dari Inggris- tempat Francis dibesarkan, Minnesota lebih santai, seimbang antara tradisi dan modernitas, tenang, serta sangat sejuk, ada beragam festival olahraga dan aktivitas luar ruangan yang sesungguhnya sangat tidak cocok bagi Francis. Namun, dia tetap di sini, mengawasi diantara pengasingan untuk Kaia Decker.
Francis menghela napas kasar. Menoleh ragu-ragu pada kaca balkon yang hampir terbuka. Dia menangkap suara, sayup tapi berisik. Maka, Francis bergeser untuk memastikan, dan menangkap sebuah teleskop besar pada tepi teras lewat pandangan yang tampak kelelahan. Francis meraih benda tersebut, mencoba memantau.
Menurut Vektor, hanya bangunan ini, satu-satunya tempat paling dekat dengan properti private milik Conrad Decker yang dapat ditemukannya. Akan tetapi, Francis jelas tidak menyangka, bahwa dia dapat melihat kondisi mansion Decker dengan sangat jelas seperti sekarang. Ya, Kaia di sana. Terlihat cantik seperti biasa, mengenakan gaun putih dengan renda sebiru matanya diantara orang-orang. Francis sudah benar-benar merindukan perempuan tersebut, hingga pandangan penuh kenangan pria itu terpaksa pudar, waktu pandangannya turun pada tangan milik Hunter yang merangkul pinggul Kaia.
Fuck! Francis langsung mendengus. Ingin menarik kaki teleskop dan menghancurkan nya sampai berkeping-keping. Tapi, dia segera menarik diri. Mencoba menahan untuk tidak mengikuti emosinya. Lagi-lagi, dia berdecak, meremas-remas rambutnya yang memang sudah berantakan.
"Tuan muda." Vektor terpaksa menganggu. Membuat Francis segera menoleh ke arahnya dengan pandangan yang dingin. Demi Tuhan, cambang di wajah pria itu sudah sangat lebat.
"Aku sudah menemukan beberapa informasi yang bisa anda gunakan untuk menaruh penyadap." Vektor melanjutkan. Melihat Francis meninggalkan teleskop besarnya.
"Katakan!" Francis menuju sofa. Segera menjatuhkan tubuh setelah meraih rokok. Dia masih kecanduan pada benda itu. Tidak hanya rokok, sejak Kaia pergi dari sisinya, Francis mulai kecanduan pada kokai. Dia kadang-kadang teler.
"Biasanya, dua minggu sekali, akan ada paket besar yang datang ke mansion Decker untuk menyalurkan makanan. Kebetulan, besok adalah jadwalnya. Jika anda yakin, saya akan membayar seseorang untuk menaruh penyadap-penyadap itu," kata Vektor. Melipat kedua tangannya rapat-rapat.
Francis tidak langsung bersuara. Dia menoleh ke arah teleskop, suara berisik di luar sana masih mengganggu. Conrad Decker memang tengah mengadakan pesta private. Meski hanya dihadiri orang-orang nya, suasana terlihat meriah.