40 | Last Resort

4.3K 329 113
                                        

Hola! Mas Tantrum update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Mas Tantrum update. Buat temenin malam minggu kalian nih. Cus, komen yang banyak, yaa. Vote dan bantu share juga.

•••

Kaia menatap Francis canggung. Dia berdiri, hanya diam, memperhatikan sekitar ruang. Penthouse itu terlihat mewah, memiliki desaign interior bergaya super modern. Luas tanpa banyak perabotan yang tersusun. Ada tiga lukisan antik, berdiri sejajar pada tepi sudut ruangan. Seluruh bagian, benar-benar tertata. Saling melengkapi.

"Take off you clothes!" mendadak, suara Francis menggema. Membuat Kaia segera mundur, mulai cemas, saat pria itu sudah kembali berdiri di dekatnya.

"What?" tanya Kaia serak. Menelan ludahnya dengan kasar.

Francis mengulum bibir. Perlahan-lahan mendekat dengan tenang. Matanya menyorot tajam, benar-benar tegas pada Kaia, seolah-olah dia ingin menerkam.

"Berhenti! Kau tidak punya kuasa apapun lagi padaku," ucap Kaia tegas. Mendongak angkuh.

"Benarkah?" tanya Francis sengaja. Tetap melangkah maju. Membuat Kaia segera mengedarkan mata. Menoleh-noleh sekitar untuk mencari alat yang dapat ia gunakan untuk melawan.

"Kau memang manusia yang tidak tahu berterima kasih," ucap Francis. Mendengus dengan kasar. Lalu menangkap pinggul perempuan itu kencang-kencang dan menggendongnya begitu saja.

"Francis turunkan aku! Francis!" teriak Kaia keras. Memukul pria itu sekuat tenaga. Akan tetapi, Francis tidak mau kalah. Dengan sengaja meremas paha perempuan itu, hingga Kaia terdiam dan sedikit lebih tenang. Francis memboyong nya. Bergerak menuju kamar.

"Sit down!" titah Francis. Terdengar berat, saat kedua kaki milik Kaia akhirnya kembali menyentuh lantai.

"Francis!"

"I said, sit down!" Lagi, perintah kali ini terdengar lebih dominan. Tajam menusuk.

Spontan Kaia menutup mulut rapat-rapat. Memikirkan segala kemungkinan, entah kenapa, dia harus berakhir di sini bersama Francis. Terdiam patuh seperti peliharaannya. Dia mendengus, terpaksa duduk di tepi ranjang dengan raut cemas, dan Francis hanya mengulum senyum, diam-diam memperhatikan berlian yang melingkar pada salah satu jari manis perempuan itu.

"Kau harus melepaskan pakaian, agar aku bisa mengobati luka-lukamu!" kata Francis, dengan santai melempar kotak berisi obat-obatan.

"Kau hanya perlu mengantarku pulang, Mom bisa mengatasi ini," balas Kaia.

"Aku tidak akan membiarkan mu pulang dalam keadaan seperti ini. Jadi, lepaskan sebelum aku yang melepasnya untukmu!" tatap Francis lebih serius. Menatap Kaia lekat-lekat, seolah ingin melahapnya. Jujur saja, dia berdebar-debar, ingin menyentuh perempuan itu dalam.

"Kau memang berengsek!" kata Kaia sarkas. Lalu menggigit-gigit bibirnya dengan keras. Lekas menarik satu-persatu kancing pakaian dan melepasnya, hingga menyisakan sebuah bra dengan renda mawar putih.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang