🚩🚩🚩21+ | Dark romance, Angst, politic, manipulatif, grumpy, abusive, matured, Guilt Trip, revenge.
Menjadi tawanan, membuat Kaia terjebak di dalam sangkar emas. Tubuhnya dilecehkan sepenuhnya, dipaksa menikmati ketakutan dan penderitaan bertahun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola. Mas Tantrum double UPDATE! Senenglah, yaa. Makanya komen yang banyak dan jangan lupa vote. Happy reading.
••••
Mobil mewah Francis masih melaju tanpa arah. Menyeberangi sebuah jembatan gantung pada tengah-tengah kota. Padat merayap, cukup menghalangi. Namun Francis masih saja bergerak. Menyalip satu-persatu kendaraan yang bergerak searah. Dia bergegas, meski orang-orang ayahnya berusaha mematikan langkah. Mata gelap itu selalu penuh ambisi. Dia harus segera sampai, menyelesaikan seluruh tujuan.
"Kejar aku jika kalian bisa." Francis bersuara angkuh. Menekan pedal gas kencang-kencang. Mobilnya bekerja keras. Berusaha meninggalkan kawanan penjahat yang dikirim Ron Roche. London bukanlah kota asing baginya. Jalan yang dilewatinya tentu penuh perhitungan.
Namun, meski demikian, orang-orang Ron Roche itu gigih. Mereka masih mengejar, fokus, bergerak menguasai jalanan. Hingga akhirnya dipertemukan kembali dengan Francis di ujung jalan. Menghimpit di tiap-tiap ruas.
"Aku sudah sangat lama tidak bersenang-senang." Francis berdecak. Mengedarkan matanya dengan liar, untuk membaca situasi.
"Tuan Francis, saya harap anda berhenti! Karena jika tidak, saya terpaksa menembak anda," ancam seorang pria, kini berhasil menyamakan kedudukan.
Francis menoleh. Hanya untuk melempar senyum singkat. Lantas, mengganti pergerakan untuk membuat mobil yang dikendalikannya hampir menepi.
"Kau pikir, kau bisa mengancamku?"
"Tuan muda, tindakan anda akan membahayakan..."
Suara itu seketika hilang. Terpotong tanpa kepastian. Francis menekannya, hingga mobil tersebut ringsek. Menghantam salah satu tiang lampu penerangan di pinggir jalan. Francis mendelik ke kiri. Menatap dua mobil yang tersisa.
"Mereka, tidak kenal takut." Francis berdecak. Tiba-tiba mendapatkan hantaman yang cukup besar dari belakang. Sementara satu kendaraan lainnya berusaha menekannya untuk menepi. Francis harus sekuat tenaga menahan setir, agar tetap berada di tengah jalan.
"Fuck!" Francis bergumam marah. Menatap kirinya. Akan tetapi, tekanan itu tetap berlanjut. Hingga mobil yang dikendarainya nyaris terguling. Dia berdecak. Mulai menahan sakit. Urat-urat tangannya terlihat sangat tegas. Francis tidak tahu, sampai di mana batas akhir kekuatan nya.
"Tuan muda! Ini peringatan terakhir!" ucap pria itu tegas. Dia tahu, semakin lama Francis bertahan. Tangannya bisa saja patah.
"Kau berharap aku menyerah? Tidak. Aku tidak akan menyerah," kata Francis. Berusaha menekan gas mobilnya kencang-kencang hingga menimbulkan asap tebal. Kemudian memutar setir mobilnya untuk nekat menaiki jalan setapak yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki.
Perlu keberanian untuk lolos dari penjahat, meski terpaksa menghancurkan yang tak bersalah. Francis mengambil risikonya. Menerima teriakan menggila dari orang-orang ketakutan di sana.