47 | Necessary engagement

4.3K 272 107
                                        

Hola! Selamat hari raya imlek, buat yang merayakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Selamat hari raya imlek, buat yang merayakan. Aku update mas Tantrum, buat nemenin holiday kalian, nih.

Happy reading, ya!!
Jangan lupa, komen yang rame.

••••


"Bagaimana keadaan kucing itu?" tanya Francis, tampak gelisah. Baru saja turun dari kamarnya untuk memeriksa.

"Lukanya, sudah diobati. Dia akan segera pulih, Tuan Muda." Vektor tersenyum sedikit. Menunjukkan benda berbentuk kotak dengan motif bergaris keabuan, tempat di mana seekor kucing hitam pekat yang dipungut nya dari sekitar wilayah Decker nampak terduduk penuh harapan.

Francis menghela napas. Melihat ke dalam kotak untuk memeriksa. Kucing itu diam. Menatap seolah-olah terpesona. "Kita punya tempat yang nyaman untuknya, kan?"

"Anda ingin memelihara nya?" Vektor mengangkat alis. Menatap Francia ragu-ragu.

"Ya. Aku akan memelihara nya mulai sekarang."

"Anda tidak pernah menyukai kucing. Anda yakin?" lagi, Vektor memberi tanggapan. Tidak sepenuhnya percaya pada keputusan pria tersebut.

"Setidaknya tempat ini tidak begitu sepi tanpa Kaia dan Sugar," ucap Francis datar.

"Baiklah, kalau begitu saya akan menyiapkan tempat agar dia nyaman."

"Oke." Francis mengangguk tegas.

"Ah. Akan lebih mudah jika dia punya nama. Anda harus menyarankannya satu!" kata Vektor. Membuat raut wajah Francis berubah sedikit.

Ck. Merepotkan saja!

"Wolf." sebut Francis asal. Lantas mendengar kucing itu mengeong pelan.

"Dia kucing, tuan. Bukan serigala." Vektor terkekeh pelan. Membuat Francis berpikir lebih lama.

"Ini sulit. Akan ku tanyakan pada Kaia nanti. Ada yang harus ku urus, aku akan terbang ke Inggris beberapa jam lagi," kata Francis. Langsung berbalik arah. Membuat Vektor mendengus pelan.

"Aelia benar, semua sangat sulit tanpa nona Kaia. Aku berharap mereka akan menikah suatu hari nanti, agar semua masalah di sini bisa selesai." Vektor berdecak. Melirik ke dalam kotak untuk memeriksa kucing itu."Kau harus sabar. Orang tuamu harus berdiskusi untuk memberi nama yang bagus."

***

London eye berputar lambat, menawarkan pemandangan memukau dengan lampu berkelip sepanjang malam. Sementara, pepohonan pada tepi danau terlihat rimbun, menampilkan oase kedamaian di tengah kesibukan kota metropolitan, London adalah simfoni, menciptakan harmoni memikat pada tiap jiwa yang mengunjunginya, dan Francis sudah di kota ini, terbelenggu bersama pesta pertunangannya sendiri.

"Kau tidak perlu merasa terbebani dengan pertunangan ini." Jasmins, perempuan bermata hijau itu akhirnya mendekat. Memandang sinis dari biasanya. Pada salah satu jari manisnya, sudah tersemat sebuah berlian berbentuk oval yang indah.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang