59 | Bad news and causes

3.4K 296 216
                                        

Hola

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola. Mas Tantrum UPDATE!!
Selamat menjalankan puasa ya, mohon maaf lahir batin. Nanti, kalau ada scene haram, aku kasih warning. Chapter ini aman ya..

•••


“Kaia." dengan sangat hati-hati, suara parau milik Treena mengusik. Dia menelan ludah. Menatap putrinya lekat-lekat. Pagi ini, cukup kacau. Ada begitu banyak berita, yang mendadak merebak. Hubungan Francis dan Jasmins menguat. Paparazi akhirnya menyebarkan foto-foto interaksi keduanya. Lekat dan dekat.

"Tenang saja, Mom. Aku bisa mengatasinya." Kaia tersenyum tenang.

"Jangan terlalu percaya pada berita." Treena mengulum bibir.

"Kenapa kau sangat membela pria yang sudah jelas-jelas hanya memanfaatkan putrimu?" Conrad ikut bersuara. Baru saja datang bersama Hunter yang nampaknya bersiap untuk pulang kembali menuju Minnesota. Pria itu mengulum bibir. Menatap tiap-tiap mata yang memintanya menjauh.

"Aku akan tunggu di meja makan lebih dulu." Hunter mengulum bibir. Lekas bergerak meninggalkan orang-orang itu.

"Aku tidak membelanya, Conrad. Kau tahu seperti apa media. Mereka curang." Treena langsung bersuara. Waktu Hunter menghilang sepenuhnya.

"Mereka tidak mungkin curang, untuk berita sepenting itu, Mom. Jasmins salah satu putri dari keluarga berpengaruh. Ayahnya akan mencalonkan diri sebagai Presiden mendatang. Mereka pasti sangat hati-hati." Kaia menghela napas.

"Kaia...."

"jika Mom berpikir bahwa aku akan menangis karena pria itu, kau salah, Mom. Aku tidak akan lagi membuang-buang air mataku hanya untuk orang seperti Francis." Kaia mulai gemetar. Berkali-kali meremas ujung pakaiannya. Dia menggigit bibir, berusaha membuktikan perkataannya.

Conrad mendekat. Menangkup wajah putrinya itu dengan kedua tangan. "Kau benar. Jangan sia-siakan dirimu hanya untuk pria yang memanipulasi mu. Angkat kepalamu dengan tegap!" pinta Conrad. Menekan dagu perempuan itu untuk lebih kuat.

Kaia memandangnya. Mengangguk-angguk dengan cepat. Dia mengerti Conrad. Pria itu ayahnya, dan tidak akan mungkin menghalangi kebahagian nya. Conrad pasti lebih tahu apa yang dibutuhkannya.

"Pasti, Dad. Aku pasti akan mengangkat kepalaku dengan benar," ucap Kaia dengan tegas. Meski hatinya begitu sakit sekarang.

"Aku ingin kau menyiapkan pernikahan. Aku akan menikah bersama Hunter pertengan bulan depan."

"Kaia...."

"Ini keputusanku, Mom. Kau bilang bahwa kau mendukungku, kan?" tanya Kaia. Kontan membuat Treena terdiam di tempat.

"Baiklah. Terserah kau saja. Hanya jangan menyesali keputusanmu." Treena mendesah. Terdengar kecewa. Dia berpaling, melepaskan pandangan dari Conrad, dan meninggalkan tempat itu dengan sigap.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang