69 | Sorry you have to go through this

3.4K 278 277
                                        

Hola! Mas Tantrum update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Mas Tantrum update. Cus, komen dan vote yang rame ya. Aku juga mau ucapin terima kasih sebanyak-banyaknya untuk yang mau mampir komen dan vote di sini.

•••


Hunter masih terbaring, cemas memikirkan dirinya sendiri sekarang. Sudah berhari-hari, ia mengurung diri, enggan berinteraksi sejak kabar pernikahan Kaia bersama Francis sampai padanya. Hunter terpuruk, bersama luka-luka di sekujur wajahnya yang belum mengering.

"Kau harus makan, setidaknya untuk memulihkan diri." Amber di sana. Mencoba menguatkan. Dia tahu betul posisi pria itu.

Hunter menoleh. Menyeka tipis sudut matanya yang redup. Dia terlihat sangat penat, lelah dan kelaparan. "Apa kau tahu, apa yang aku lakukan padanya? Aku sama sekali tidak menghormati Kaia."

Amber mengulum bibir. Menekuk dalam-dalam wajahnya. "Kau mungkin tidak sepenuhnya bersalah, Hunter. Karena aku juga di sisimu, aku selalu menghalangi mu. Akulah yang hadir di dalam hidupmu."

"No. Kau tidak salah sedikitpun. Andai aku bisa bersikap tegas. Andai saja, aku lebih serius padanya. Aku tidak akan pernah kehilangannya." Hunter gemetaran. Terdengar hanyut, hingga tangisnya pecah.

"Kau mencintainya?" tanya Amber parau. Terjerumus di dalam kesedihan yang sama.

"Ya. Aku mencintai Kaia, dan aku mengacaukan segalanya. Sekarang, aku sudah benar-benar kalah dan terlambat. Aku kehilangannya."

"Aku juga mencintaimu, Hunter." Amber mengakui. Sedikit menyeka air mata yang jatuh.

"Amber....."

"Apa benar-benar tidak ada kesempatan untukku membuktikan nya? Aku bahkan tidak peduli, sedalam apa kau mencintai Kaia. Aku akan menerima konsekuensi nya."

"Aku tidak akan bisa membahagiakan mu, Amber. Aku ini pria berengsek!"

"Tapi di mataku kau tidak begitu. Kau adalah hidupku, Hunter. Kumohon, tetaplah bersamaku meski kau tidak mencintaiku." Amber sudah sangat serak. Sementara air membanjiri matanya. Dia terengah-engah, menatap Hunter dengan cemas.

Pria itu duduk. Menatap Amber lama sekali untuk memastikan. Dia sudah yakin, bahwa Kaia hanyalah bayang-bayang masalalunya, sampai kapanpun, perempuan itu tidak lagi akan menjadi miliknya. Bukan Francis yang merebutnya, tapi, ialah masalahnya. Hunter mendesah, lalu berdiri tegap. Mendekati Amber dengan perasaan yang campur aduk.

"Aku tidak tahu, apa aku pantas untukmu."

"Kau sangat pantas. Kau sangat layak. Jika kau ingin melupakannya, kumohon, lamar aku!" Amber tercekat. Menarik sebuah cincin dari dalam saku pakaiannya. Dia tidak main-main. Membuat Hunter merasa semakin kacau. Sudah sangat lama, ia mengabaikan Amber untuk mencapai prioritasnya. Sementara perempuan itu, sudah sejak lama berdiri untuknya.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang