39 | You're safe

4.7K 331 164
                                        

Hola! Mas Tantrum UPDATE! Cus, gercep update, harus gercep komen yaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Mas Tantrum UPDATE!
Cus, gercep update, harus gercep komen yaa.

Happy reading!

•••

“Ada perkembangan tentang Omega Virus. Aku mungkin bisa memperbaiki sel-nya kembali, sekaligus membuat sample untuk vaksin. Tapi, ini akan memakan waktu, sekurang-kurangnya empat hingga enam bulan.”

Francis mengerutkan kening, terlihat membaca pesan rahasia yang membuatnya tertarik. Dia mengulum bibir, menghela napas lega sambil membalas pesan tersebut.

“Lanjutkan!” kata Francis, lalu segera menyingkirkan ponsel modifikasi itu. Benda yang jelas-jelas hanya dapat mengirim pesan atau melakukan panggilan private antara Francis dan ilmuannya. Dia cukup yakin, bahwa tidak akan ada yang dapat mengetahui percakapannya. Seluruh jaringan terenkripsi.

Francis berdiri, segera bergerak menuju teleskopnya. Well— Vektor memang andal. Benda itu tidak hanya mengarah langsung pada halaman belakang properti Conrad Decker, namun, Francis dapat melihat jelas-jelas pergerakan Kaia jika perempuan itu keluar dari Balkon atau membuka jendela kamarnya.

“Kau bekerja dengan baik,” ucap Francis. Memuji-muji teleskopnya dengan senyum terbaik, lalu mengarahkan benda itu pada Kaia. Perempuan itu, tengah menyendiri, bersantai membaca buku.

Sejujurnya, Francis malu pada dirinya sendiri. Mengintip perempuan dengan teleskop, diam-diam memasang penyadap, atau sekadar menaruh kamera yang kini telah terpasang pada salah satu sudut kamarnya, sungguh, itu bukanlah sesuatu yang dapat diwajarkan, karena jika ia bisa, Francis akan lebih memilih untuk berada di sisi perempuan itu, menatapnya dekat-dekat dan menghirup aroma vanilla yang begitu ia rindukan. Namun, Aelia benar, Kaia butuh waktu. Francis mengaku, bahwa nafsunya menyesatkan dan menghancurkan.

Francis mengerling sebentar, langsung menatap ke tepi ranjang, saat ponselnya berdering. Sialan! Ada yang menghubungi nya, di saat-saat riskan seperti ini. Maka, dengan sangat terpaksa pria itu meninggalkan teleskopnya. Bergerak meraih ponsel.

“Kenapa kau menghubungiku?” tanya Francis dengan suara yang jelas dan tegas. Menerima panggilan dari Benjamin Roche.

“Kau pindah ke Minnesota?” balas Benjamin. Membuat Francis mendengus sebentar.

“Kau masih mengawasiku?”

“Tidak. Bukan aku, tapi, aku dengar dari Dad. Francis kau harus berhati-hati.” Benjamin menghela napas panjang. Terdengar merespons dengan segala bentuk penyesalan.

“Kau tidak perlu memberitahu, seolah-olah kau bukan bagian darinya!” kata Francis.

“Kali ini aku serius. Dad merencanakan sesuatu untukmu, dalam waktu dekat, dia akan membahayakan Kaia Decker.” Benjamin menelan ludah. Rapat-rapat menggenggam ponselnya. Matanya berlabuh pada keresahan, dan suaranya menjadi datar serta kaku.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang