Hola! Mas Tantrum UPDATE nih.
Semoga suka ya. Please, komen yang rame, vote juga! Makasih & Happy reading.
••••
Ratusan burung yang sudah berhari-hari terperangkap itu beterbangan, berlarian mengejar alam bebas. Saling mematuk, atau menjerumuskan kawanannya sendiri. Kemudian disusul pula, suara tembakan dari berbagai arah. Membuat para burung-burung cantik itu jatuh, terkapar mati. Hanya sedikit yang selamat, berhasil menggapai puncak dan keluar sebagai sang pemenang.
Francis di sana. Menyaksikan pembataian mengerikan itu dengan mata telanjang. Hingga seketika, lantai-lantai marmer putih yang ada di ujung koridor berubah, menjadi percikan bahkan gumpalan-gumpalan darah dari burung-burung mati yang sia-sia.
"Aku juga akan membalas, atas kematian burung-burung itu," katanya pelan, sembari mengepal tangan. Sudah membuktikan, betapa menjijikkan penguasa-penguasa yang kehausan darah dan serakah itu.
"Buenas noches." Terdengar jelas dari tengah mimbar. Suara akrab memecah keheningan.
Lewat senyumnya yang akrab saja, Ron Roche sudah menunjukkan kualitasnya. Apalagi, matanya yang tajam, itu mendominasi. Francis bungkam, hanya menarik ujung bibirnya sedalam mungkin. Dia tidak pernah menyangka, akan melawan ayahnya sendiri di dalam sebuah pengadilan.
"Seperti yang kita tahu, aku mengumpulkan semua orang di sini, hari ini, untuk memberi lebih banyak informasi, bahwa putra keduaku, Francis Ryan Roche, akhirnya, sudah mendapatkan Omega Virus dengan cara dan usahanya sendiri. Itu, membuat rencana yang sudah kita susun bersama bertahun-tahun lalu, akan segera terealisasi. Kita memenangkan pertarungan besar ini." Ron terhenti sebentar. Mendengar gemuruh tepuk tangan yang sangat ramai untuk nya. Matanya menjeda, menatap Francis bangga.
"Aku sudah yakin, kita akan mendapatkan apapun yang kita cari, Mr. Roche. Midnight adalah kesatuan kuat. Kita tidak terkalahkan." Gumam seorang pria dari sudut ruangan. Tersenyum penuh kendali, dengan alkohol yang tersisa setengah di dalam gelasnya.
Francis menoleh. Menempatkan pandangannya dengan jelas. Dia tahu tokoh itu, salah satu petinggi negara problematik. Tahun lalu, pria itu mendapatkan tuntutan pelecehan seksual. Akan tetapi, hanya dalam tiga hari, dia dinyatakan bebas karena kurangnya bukti.
"Ya. Oleh karena itu. Aku butuh pendamping yang layak untuk masa depan, dan Aku sangat yakin, dia pasti akan membawa Midnight menjadi lebih kuat." Ron menarik napas lega. Lantas, mengangkat salah satu tangannya lebih tegas. Memandang hanya dalam satu bingkai. "Putraku, Francis Roche! Mulai hari ini, dia akan menggantikan posisiku. Dia akan memimpin Midnight."
Dalam sekejap, Francis berdiri. Mendongak sedikit angkuh. Senyumnya tertata santai. Menerima tatapan membanggakan penuh kepercayaan. Dia mendapat sambutan yang sangat indah. Seakan-akan merayakan kemenangan untuk seluruh semesta. Hanya Francis yang mengetahui, bahwa orang-orang itu akan diantarkan menuju kehancuran.
"Silakan, Nak!" ucap Ron Roche. Waktu mereka berdiri sejajar di atas mimbar. Francis sudah di sana, memimpin dengan angkuh. Dia mengulum bibir, menatap satu persatu wajah orang-orang serakah itu dari atas sana. Ada puluhan petinggi negara, senat, selebritas, influencer, filantropi, pemegang saham utama perusahaan raksasa dari berbagai negara, konglomerat, bahkan presiden, calon mendatang beserta jajarannya dan beberapa deret keluarga kerajaan.
Francis menarik napas. Tidak membuatnya terkejut meski takjub dengan pemandangan itu. Keluarganya salah satu pengaruh kuat, penggerak dari berbagai sisi, mereka sudah berjuang berpuluh-puluh tahun untuk tempat itu, dan Francis cukup tahu, bahwa untuk menarik keuntungan sebanyak mungkin, perlu kolaborasi yang kuat untuk menaklukkan dunia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Overdose
Action🚩🚩🚩21+ | Dark romance, Angst, politic, manipulatif, grumpy, abusive, matured, Guilt Trip, revenge. Menjadi tawanan, membuat Kaia terjebak di dalam sangkar emas. Tubuhnya dilecehkan sepenuhnya, dipaksa menikmati ketakutan dan penderitaan bertahun...
