57 | Stealing

2.9K 274 115
                                        

Holaaa!! Mas Tantrum UPDATE!!!
Siapa nih yang udah nungguin?

Happy reading, yaa.
Komen dan vote, jangan lupa.

****

"Kau pasti sangat bangga dengan posisimu itu sekarang, kan?" Benjamin menyindir. Menyergap langkah Francis yang hampir saja menggapai mobil terbarunya. Akhir-akhir ini, Francis kerap memakai setelan hitam pekat, mulai dari ujung kaki hingga kepala, dan dia terlihat sangat baik dengan itu.

"Setidaknya kau tidak lupa, apa yang kau lakukan untuk mencuri virus itu dariku. Jadi, jangan membenci orang lain karena cemburu. Kau bisa datang padaku, jika memang butuh pekerjaan," kata Francis, sambil terkekeh. Menghina Benjamin secara terbuka, hingga pria itu mengepal tangan.

"Kau mungkin bisa menipu dad dengan topeng mu itu, tapi aku, tidak. Aku sangat tahu, bagaimana kau membenci keluarga ini, dan aku sangat tahu, bahwa kau sangat ingin menghancurkan Dad.”

Francis mendelik. Tersenyum kaku. Lalu menarik sisi salah satu pintu mobil dan membukanya lebar-lebar. “Darimana kau tahu? Ramalam bintang, atau pembaca tarot? Mereka penipu.”

“Aku bukan orang bodoh, berengsek! Kau menyembunyikan wanita itu dan keluarganya di satu tempat. Hingga aku atau siapapun tidak akan bisa menemukan mereka. Katakan! Apa rencanamu di sini? Hah!” Benjamin berteriak kencang. Mengancam Francis dengan sekali tendangan yang mengenai pintu mobilnya.

Francis terdiam. Memikirkan ucapan Benjamin. Sembunyi. Benar, sudah sebelas hari dia berada di Inggris, sejak pelantikan nya sebagai pemimpin the Midnight, Francis belum mendengar kabar Kaia. Dia sangat sibuk, mematangkan rencana.

“Seperti yang kau tahu, aku tidak punya urusan apapun lagi dengan keluarga itu. Tapi, kau sangat perhatian hingga harus memeriksa nya sedetail mungkin.”

“Jangan membodohi ku, Francis. Aku tahu, bahwa keluarga itu sudah meninggalkan Minnesota berhari-hari yang lalu, dan hanya kau, satu-satunya orang yang bisa melakukan itu.”

Francis benar-benar bungkam kali ini. Terdiam kaku sambil meremas-remas setir mobil. Wajahnya menjadi merah padam. Bahkan, hampir cemas.

“Kau harus ingat, ayah perempuan itu, Conrad Decker. Dia memalsukan kematiannya selama bertahun-tahun dan berada di dalam Midnight hanya untuk membalas dendam. Jadi, bukan hanya aku yang bisa melakukan hal yang kau sebutkan itu.” Francis menarik napas. Berusaha meyakinkan. Lalu menutup pintu mobilnya rapat-rapat dan segera berusaha kabur. Dia menghubungi Vektor, berusaha untuk mendapatkan berita tentang Kaia yang sudah lama tidak ia dengar.

“Tuan, akhirnya, anda menelepon.” Vektor menyambut dengan sangat cepat. Kontan, membuat Francis menjadi sangat khawatir.

Why? Kau punya kabar?” tanya Francis.

“Ya, Sir. Dan saya tidak memiliki kuasa untuk menghubungi anda lebih cepat, karena anda melarang saya.” Vektor menjelaskan.

“Rasanya akan terdengar kurang menyenangkan. Ada apa?”

“Nona Kaia dan seluruh keluarganya menghilang, dan satu-satunya kabar yang bisa saya peroleh adalah, Conrad Decker terbang bersama nona Kaia dan Istrinya menuju Kanada, tepat dihari yang sama saat dia menjemput nona Kaia dari Penthouse anda.”

Francis mengeratkan gigi. Menahan napas yang langsung terasa berat. Tangannya terkepal keras. Menekan setir mobil yang tiba-tiba melaju kencang.

“Kau sudah mencaritahu lebih jauh?”

“Sedang saya usahakan, Sir. Sementara, informan mencoba melacak dan mengawasi keberadaan Hunter Scoot.”

Find them!” kata Francis, sangat tegas. Cukup mengeluarkan suara baritone penuh kuasa, untuk membuat Vektor langsung meng-iyakan.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang