27 | Benjamin Roche

4.4K 297 87
                                        

FrancisKaia UPDATE lagi, Guys, kalau mau beli PDF novel aku yang lama, bisa chat ke WA ya ( 082285625580 )  atau DM Instagram Shineamanda9 beli lebih dari tiga judul, pasti dikasih diskon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

FrancisKaia UPDATE lagi,
Guys, kalau mau beli PDF novel aku yang lama, bisa chat ke WA ya ( 082285625580 )  atau DM Instagram Shineamanda9 beli lebih dari tiga judul, pasti dikasih diskon. 😎

Happy reading.

••••


Conrad terduduk lemas. Menatap ruang laboratorium nya yang penuh dengan kekacauan. Dia ditemukan beberapa jam lalu, oleh Renzo peserta para pengawal dalam keadaan terikat. Mereka masih merahasiakan keadaan Conrad dari Treena. Berharap perempuan itu tidak memikirkan banyak hal untuk sekarang.

"Kenapa anda tidak terkejut?" Hunter mulai bersuara. Membuat Atlas yang berdiri di ambang pintu menoleh.

"About what?" tanya Conrad. Menatap pria itu datar.

"Aku dan Kaia."

"Entahlah. Mungkin karena aku sudah tahu sejak awal hubungan kalian." Conrad berdecak sejujurnya. Bagi Conrad, Kaia adalah segalanya. Hingga tidak mungkin, bahwa seorang ayah sepertinya tidak memahami tanda-tanda yang mungkin pernah ditunjukkan.

"Wait. What? Apa yang terjadi antara kau dan Kaia?" Atlas mendekat. Membuat suasana mendadak tegang. Matanya yang biru itu segera mengintimidasi, tajam.

Hunter menelan ludah. Melirik sebentar ke arah Conrad yang tengah berusaha bangkit dari tempatnya. Lalu, Atlas mendekat. Berdiri dengan tegap, tepat dihadapan pria tersebut.

"Aku dan Kaia pernah berhubungan. Kami saling mencintai." Hunter akhirnya terpaksa mengaku. Membuat tatapan Atlas berubah dingin dan kecewa.

"Kenapa kau tidak memberitahu ku?" tanya Altas. Mencengkeram kerah pakaian pria itu rapat.

"Karena kau tidak pernah menyetujui nya. Aku minta maaf. Aku...."

"Sudah aku katakan padamu sejak awal! Jangan dekati Kaia, dan kau malah melakukan segalanya diam-diam dibelakangku. Apa itu yang kau lakukan sebagai sahabat?"

"Kenapa kau selalu marah jika aku mendekati Kaia. Mau menyukai nya?" teriak Hunter dengan keras. Membuat banyak pasang mata tertoleh.

"What? Fuck. Omong kosong apa yang katakan?" sontak, Altas mendorong Hunter mundur.

"Hentikan! Jika kalian ingin membahas hal tidak berguna seperti ini, keluar!" tegas Conrad. Membuat kedua pria itu terdiam tanpa suara.

"Atlas!" decak Hunter, waktu pria itu bergeser keluar. Dia mengumpat pelan, terpaksa mengikuti langkahnya.

"Tenanglah! Mereka hanya anak muda yang pasti akan menyelesaikan masalahnya sendiri," singgung Renzo, akhirnya bersuara. Melihat cemas ke arah Conrad.

"Pria itu mengaku mendapatkan panggilan anonim yang membicarakan laboratorium milikku." Conrad berdecak.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang