53 | Goodbye and See you!

4.5K 346 251
                                        

Hola! Mas Tantrum UPDATE!Makasih banyak, yang udah komen rame-rame ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Mas Tantrum UPDATE!
Makasih banyak, yang udah komen rame-rame ya. Semuanya jadi bikin semangat.

Happy reading!
Jangan lupa vote, komen dan share. 😎

•••


Sudah satu minggu, sejak Kaia kembali tinggal di dalam sangkar emasnya. Dia telah banyak melanggar aturan-aturan, atau kesepakatan yang dibuatnya bersama Treena. Kaia sudah jatuh, lebih memilih untuk mencari kepuasan tertinggi bersama pria yang masih mengisinya dengan kenikmatan.

Mereka saling merasakan, menjamah dan melumpuhkan. Bercampur hampir di tiap-tiap waktu senggang, seakan-akan seks adalah sebuah kebutuhan utama untuk keduanya. Bahkan Kaia ataupun Francis sudah lupa pada pasangannya masing-masing.

"You're mine, Kaia!" dengan suaranya yang sudah serak dan lelah, dia berbisik pelan-pelan di tepi telinga perempuan itu. Membuat wajahnya menjadi merah merona karena terpesona.

Demi Tuhan, Francis sangat menggairahkan dengan mata yang gelap itu. Membuat Kaia semakin melebarkan kakinya untuk merasakan kejantanan pria itu di dalamnya hingga selesai. Kaia selalu tiba-tiba gemetaran, saat pria itu menjatuhkan pandangan dengan kata-kata memuja. Entah, berapa banyak Kaia orgasme, dan Francis menumpahkan miliknya tanpa pelindung. Itu adalah klimaks terbaik bagi keduanya.

"Sepertinya, perutku sudah sangat penuh." Kaia mengingatkan, bersama napas tersengal-sengal.

"I know. Last one. Promise!" ucap Francis. Tersenyum lepas, memaksa agar buih-buih cairannya tidak terbuang.

"Setelah ini, biarkan aku tertidur dengan nyenyak hingga pagi," pinta Kaia. Mendapatkan ciuman yang terasa begitu hangat, menyentuh puncak kepalanya.

"Ya. Silakan. Tapi, kau harus memberi makan perutmu dulu dengan makanan. Kau tidak kenyang dengan spermaku, Kaia."

"Diamlah, Francis. Berhenti mempermalukanku. Itu tidak lucu sama sekali." Kaia berdecak, terdengar sensitif.

"I'm sorry," Francis berdecak. Meraih salah satu tangan milik Kaia dan mengecupnya dengan singkat. Kemudian, mendengar pintu kamar mereka yang sudah terkunci rapat-rapat itu diketuk. "Aku akan memeriksanya sebentar."

Kaia menarik selimut, untuk menutupi dirinya. Tubuhnya sangat basah karena keringat, lengket. Dia ingin mandi, atau berendam saja sekarang.

Francis berdeham. Tanpa pikir panjang melilitkan handuk di bahwa pinggul. Berjalan dengan pandangan datar menuju pintu yang letaknya memang tidak begitu jauh. Mungkin, karena sudah biasa, keduanya tidak malu-malu lagi menunjukkan hubungan mereka. Paling tidak, hanya Vektor atau Aelia yang datang. Kaia tidak cemas.

"Tuan Muda, nona Jasmins datang untuk menemui anda." Vektor bersuara. Cukup lantang hingga langkah kaki milik Kaia terhenti. Dia tahu, itu nama tunangan Francis. Astaga! Kaia benar-benar melupakan perempuan itu.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang