35 | Minnesota

4.5K 314 110
                                        

Hola! Mas Tantrum UPDATE! Komen yang banyak di sini, yaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola! Mas Tantrum UPDATE!
Komen yang banyak di sini, yaa. Happy reading.

•••

Sudah empat hari, Kaia mengurung diri. Kembali mengisi kamarnya di wilayah selatan Minnesota. Demi kebaikan, Conrad Decker akhirnya memutuskan untuk membawa Kaia pulang, serta melarang seluruh akses keluar tanpa pengawasan, dan masih berada di dalam pantauan dokter. Kaia resmi menjadi tawanan rumah ayahnya sekarang.

“Kaia, Kau sedang tidur?” lembut terdengar. Senyum yang begitu hangat menyusup masuk, bersama aroma vanilla yang pekat. Wangi milik Treena, ibunya, menjadi salah satu khas dari perempuan itu.

“Tidak, Mom. Aku sedang membaca buku.” Kaia memasang senyum datar. Meski terlihat begitu tenang, wajahnya yang pucat, dengan mata sembab itu tidak dapat dipungkiri. Kaia berusaha bangkit dari kehancuran nya.

Mendadak, Kaia membelalak. Segera melempar buku ditangannya, dia lekas beranjak, waktu melihat hewan peliharaannya masuk, bergerak melewati celah kaki ibunya. “Sugar, are you okay? Bagaimana bisa kau pulang ke sini? Hm?” tanya Kaia penasaran. Memeriksa seluruh tubuh hewan itu. Sugar terlihat sehat, hanya sedikit kurus, dan bulu-bulu putihnya itu rontok serta kasar. 

“Ada yang mengantarnya ke sini, bersama benda-benda ini.” Treena mengulum bibir. Menyerahkan sebuah kotak, sekaligus bouquet bunga mawar putih. “Jangan beritahu ayahmu. Dia pasti marah.”

Kaia mengerutkan kening. Terpaksa menurunkan Sugar yang manja dari dalam pelukannya. Lalu bergerak ekspresif untuk meraih pemberian Treena. Memeriksa dengan detail.

“Mommy akan menaruh mawar mu di tempatnya.” Treena mengulum bibir. Segera menutup pintu kamar dan masuk. Dia mendekati sebuah meja besar di pinggir balkon, untuk menyelamatkan mawar putih yang mulai layu tersebut. Sesekali, pandangan Treena merayap. Menempati putrinya yang sedang tidak bersemangat.

Kaia bergeser, mundur hingga menggapai tepi ranjang, untuk menaruh tubuh kurusnya di sana.  Perlahan-lahan, Kaia membuka kotak berwarna coklat tersebut, lekas merenggangkan tali emas yang terpasang, menarik pengait berbentuk mawar yang di stempel khusus.

Sejujurnya, Kaia ragu untuk meneliti benda itu lebih dalam, karena Kaia cukup yakin, bahwa satu-satunya orang yang dapat mengirimkan Sugar dari Louisiana hanyalah Francis, Kaia tidak lagi ingin berurusan dengan pria itu, akan tetapi, dia terlalu penasaran pada isinya. Tidak ingin melewatkan sesuatu yang mungkin penting.

Kaia menelan ludah. Mungkin mempersiapkan diri, satu-persatu tangannya bergerak. Menyentuh dalam kotak, dan menemukan beberapa foto-foto nya, tentangnya, yang terlihat cantik dengan pemandangan vila serta mawar bermekaran. Pinus menjulang tinggi, hijau memanjakan mata. Kaia terlihat bersinar seperti mentari di dalam sana. Ya. Francis memang sering mengambil gambarnya diam-diam.

Kaia lalu menahan napas. Menjaga hingga dadanya terasa penuh dan sesak. Lagi, dia menelan ludah sebisanya. Menarik sebuah kertas yang lebih tipis diantara yang lainnya. Hazeline Kala Decker; namanya tertera di sana. Jelas dan membuktikan, bahwa hasil ultrasonografi itu memang miliknya.

Overdose Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang