🚩🚩🚩21+ | Dark romance, Angst, politic, manipulatif, grumpy, abusive, matured, Guilt Trip, revenge.
Menjadi tawanan, membuat Kaia terjebak di dalam sangkar emas. Tubuhnya dilecehkan sepenuhnya, dipaksa menikmati ketakutan dan penderitaan bertahun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola. Mas Tantrum UPDATE nih. Komen yang banyak, banyak banget pkoknya, yaa!
Happy reading.
•••
Hujan runtuh dengan derasnya. Menyapu mawar-mawar di taman yang sudah rusak. Menghancurkan segala keindahan. Francis duduk di sudut, bertelanjang dada sambil merokok sekaligus menenggak alkohol. Tangannya berdarah-darah, tertusuk duri mawar, dan ada kapak besar tergeletak tidak jauh darinya. Francis kacau, sangat berantakan. Kantung matanya tampak bengkak, menghitam lebam.
“Tuan muda, anda sebaiknya istirahat. Luka-luka anda belum terlalu sembuh.” Aelia mendekat, menatap ekspresif. Dia duduk, berjarak sekitar dua meter.
Francis menoleh. Menatap dalam-dalam kedua mata perempuan itu. Teduh seperti ibunya. Tenang seperti Kaia. Francis dapat menjamin, bahwa Aelia adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya. Maka dengan sengaja, dia menunjukkan kesedihannya pada Aelia.
“This is all my fault, Lia. My fault.” Francis gemeteran. Menatap bunga-bunga mawarnya yang hancur, kemudian tertunduk lesu. “Semua karena ego dan ketidakberdayaan yang kumiliki. Aku sudah kehilangan Kaia dan anakku.”
“Saya tahu apa yang terjadi, tapi percayalah, semua ini tidak sepenuhnya salah anda.”
“Kau lupa, bahwa aku pernah memintanya untuk menggugurkan kandungannya jika dia hamil? Lia, aku pria yang berengsek. Rusak dan kacau, seperti kata Benjamin. Tidak hanya Kaia, anak itu juga membenciku. Dia tidak ingin memiliki ayah sepertiku. Oleh karena itu, dia pergi.” Francis menoleh, dengan emosional. Melihat Lia berkaca-kaca. Tangannya terkepal kencang-kencang. Menyimpan penyesalan.
Lia berpaling. Terdiam di sudut tangga. Matanya basah, tangisnya pecah dalam diam.
“Kenapa aku marah karena dia memeluk pria lain? Kenapa aku kesal karena dia berharap pada pria itu?” tanya Francis kacau.
“Untuk menjawab pertanyaan itu, anda harus mengingat-ingat untuk apa anda datang. Anda harus menjelaskan tujuan anda memilih Louisiana.”
“Karena aku ingin kabur dari Inggris. Aku ingin menjauh dari Dad, dan aku ingin melindungi keluarga itu dari segala kegilaan ini, tapi aku, akhirnya sama seperti dad. Aku memperlakukan Kaia seperti dad memperlakukan ibu.”
“Anda mungkin mencintainya,” terang Aelia datar.
“No. Untuk apa aku mencintainya?” Francis menggeleng. Namun, tubuhnya menjadi dingin dan kaku. Berdebar-debar sangat kencang, seolah ketakutan karena ketahuan.
“Jika anda tidak mencintainya, kenapa anda tidak memberi perlawanan saat Conrad Decker menembak? Dia bisa membunuh anda. Kenapa anda tidak meminta nona Kaia untuk langsung menggugurkan kandungannya? Anda merawatnya.”