Fifteenth (Act 2)

559 39 0
                                        

Setelah menyantap sarapan yang telah di buat oleh Janvier, kini para prajurit serta ksatria kerajaan berkumpul di luar tenda tempat semuanya beristirahat. Noel membentang peta di atas meja kayu, penuh dengan tanda yang menggambarkan arah, jalur, dan pergerakan yang akan mereka lakukan nantinya.

Noel berdiri memandang peta tersebut, mata merahnya penuh keseriusan. Jari diketukkan di meja, memastikan sekali lagi bahwa semua langkah yang sudah di susunnya telah sesuai tanpa adanya celah.

"Semua ksatria maupun prajurit kekaisaran telah berada di perbatasan."

Alain pertama kali membuka suara. Tangannya menunjuk ke bagian peta yang menggambarkan jalan perbatasan. "Yang Mulia Putra Mahkota telah memberi laporan. Kaisar tidak curiga sama sekali. Hampir seluruh pasukan di arahkan ke perbatasan saat ini."

"Berapa banyak yang berjaga di kekaisaran saat ini?" Potong Janvier bertanya. Menganggap tidak mungkin kaisar dengan bodohnya menurunkan seluruh pasukan terkuat yang dimiliki hanya untuk keperbatasan.

"Perkiraan sekitar 15% dari jumlah seluruh pasukan. Mereka akan berjaga ketat di sekitar kaisar di saat seperti ini."

Mendengar itu Noel terdiam. Ia yakin Louise saat ini benar-benar mencoba membantunya. Tetapi ada sedikit perasaan yang Noel ragu dengan putra mahkota kekaaisaran itu. Kepercayaannya pada Louise masih setipis benang. Ia tahu kalau pada semesta sebelumnya Louise berada sisi kaisar dengan begitu setia. Namun entah bagaimana sang kakak dan Alain mempercayai putra mahkota itu.

"Kamu masih meragukan Louise?"

Noel seolah terbaca isi pikirannya menoleh pada Janvier. Sang kakak dengan wajah serius tetapi tenang, mengetahui kegelisahan sang adik bungsu.

Noel mengangguk. Bergumam pelan pada diriya sendiri. "Kalau kak Louise mengkhianati kita..."

"Aku yang akan menghentikannya secara langsung."

Bukan Janvier, melainkan Jean yang menjawab. Pria bersurai hijau menyela sembari menatap Noel dengan teguh ketika yang termuda beralih untuk menatapnya.

"Kamu hanya perlu fokus pada rencana saat ini. Apapun hasilnya di masa depan, kita bisa mencobanya lagi dan lagi."

Tatapan matanya kini kembali pada peta. Jean berganti untuk menjelaskan bagaimana mereka akan menyusup ke istana kekaisaran nantinya.

Bagaimana Jean meyakinkannya sedikit menyingkirkan keraguan. Noel hanya tidak ingin orang-orang yang hidup pada semesta ini kembali kehilangan nyawanya dengan tidak pantas.

Selanjutnya yang memimpin jalan pertemuan adalah Janvier yang dibantu oleh Alain. Mendiskusikan pembagian tim yang akan berjalan nantinya ketika menyusup istana kekaisaran.

Tim yang dibagi oleh sang kakak terbagi menjadi tiga bagian.

Noel, Jean, Pascal. Ketiganya akan bergerak melalui lorong bawah tanah yang menuju istana kekaisaran. Jaraknya tidak terlalu jauh dengan istana utama, yang mana mereka bisa menghabiskan para pasukan yang masih berjaga terlebih dahulu.

Lalu ada Alain, Akebi, Louise, dan Eloise. Alain akan melalui pintu utama dan menemui Akebi, Louise, dan Eloise secara langsung ketika tiba di kekiasaran nanti. Alain dengan statusnya saat ini tidak akan menjadi ancaman yang harus di curigai oleh pihak kekaisaran. Maka dari itu pria itu memutusukan untuk melalui pintu utama sembari melihat keadaan sekitar.

Terakhir ada Janvier dengan Federic nantinya yang akan memimpin pasukan kerajaan untuk menyerang ketika mendapat tanda dari PascaL begitu pasukan kekaisaran telah habis.

Pertemuan di tutup dengan pernyataan singkat dari Janvier.

"Kita akan bergerak ketika matahari terbenam. Pastikan semuanya bersiap."

[BL] NoelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang