68. Lawan

5 0 0
                                        

Eksperimen terhadap mahluk hidup. Seberapa sering itu terjadi di dunia Erkira?

Jawabannya adalah sering. Beberapa menghasilkan hal baik tapi sebagian hanya menghasilkan kegagalan fatal.

Alasan kenapa Fino begitu membenci eksperimen seperti ini adalah karena manusia.

Seorang anak perempuan yang menjadi satu-satunya teman bagi sang vampir. Anak perempuan itu menjadi korban atas suatu eksperimen yang membuatnya menjadi monster.

"Finora ... Mengamuklah dan balaskan dendamku ... Aku mohon dengan sangat."

Kastil Ruang Gelap mulai terbang menuju wilayah gurun.

"Gila, aku tidak pernah melihatnya melakukan ini," ujar Arsa.

"Yah, seperti inilah kekuatan pemimpin vampir yang sebenarnya," timpal Alsia.

Dalam sekejap Fino berpindah tempat ke titik tertinggi dari kastil. Dengan mata berlinang darah ia mengangkat tangannya dan membentuk beberapa jarum raksasa dari darahnya yang melayang di udara.

Jarum-jarum itu pun terbang dan menancap di pinggiran kastil. Cahaya merah keluar dari darah-darah beku tersebut agar Fino bisa melihat gurun dengan lebih jelas.

Fino kembali menerawang lokasi Varen berada.

"Vampir itu, sudah berapa ratus nyawa yang ia korbankan," Fino menggerang kesal.

Sementara itu, Raden telah sampai di ruangan tempat Fino berada sebelumnya. Mata kuning keemasannya melihat si kembar yang sedang terkapar lemas di lantai.

"Nona muda! Tuan muda!"

Manusia serigala itu mendekati kedua teman bermainnya dulu.

"Aku tidak apa-apa, Raden," ucap Arsa.

"Aku haus, kau bawa air gak?" Tanya Alsia pada Raden.

Manusia serigala itu pun memberikan botol airnya pada Alsia. Raden melihat ke seluruh ruangan yang dipenuhi bekas pertempuran, ia juga mencium aroma darah Fino yang masih tertinggal.

"Apa yang terjadi?"

"Fino sepertinya ingin membawa kastil ini ke suatu tempat jadi seharusnya kita punya waktu istirahat sebentar." Alsia menyimpulkan.

"Bagaimana dengan vampir Bintang Berdarah dan yang lainnya?"

Arsa bertanya. Seharusnya dalam situasi ini mereka tidak seharusnya istirahat bukan?

Telinga serigala Raden bergerak-gerak, mendengarkan pertarungan di tempat lain. "Mereka sedang diatasi oleh para pasukan yang memasuki kastil."

"Omong-omong, seberapa kuat Fino itu sampai bisa menggerakkan seluruh kastil?" Pemuda serigala itu bertanya-tanya.

Alsia berpikir sebentar. "Yah, dia tidak lemah pokoknya," jawabnya.

"Aku harap Yoriez bisa menahan kekuatannya," batin Alsia.

Pasalnya kekuatan suci akan bereaksi terhadap kekuatan makhluk pemakan darah dan daging manusia seperti vampir. Entah apa sebutan kekuatan mereka.

Benturan besar terjadi antara bagian bawah kastil dan permukaan gurun. Kastil telah sampai di laboratorium rahasia Varen.

"Lokasinya lebih dekat dari dugaanku." Alsia lalu bangkit dari duduknya.

Arsa memperhatikan sang kakak dengan seksama. "Apa yang sebenarnya terjadi Kak? Kau sepertinya mengenal sosok yang melakukan eksperimen pada vampir rendahan."

Alsia melirik sang adik sekilas kemudian melangkah menuju pintu keluar.

"Kita harus keluar dari kastil secepatnya," ujar Alsia tak memberi jawaban yang diinginkan Arsa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 13 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Became The Side Character's Older SisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang