Flashback on
Naufal menjemput Eki dan Abel di warung makan yang sudah diberikan alamat oleh Abel. Dengan wajah penasaran, Naufal menanyakan apa saja yang terjadi semenjak ia tidak bersama mereka. Pertanyaan itu membuat Abel dan Eki bingung, karena mereka tidak melakukan apapun kecuali makan soto dan minum es teh.
"Kita harus hati-hati. Ada seseorang disini yang mengawasi keadaan kita. Terus berhati-hatilah!" Naufal terus waspada, matanya terus memantau keadaan warung itu.
"Ada apa sebenarnya, kenapa kau begitu takut? Aku baik-baik saja disini," Eki yang disampingnya ikut penasaran dengan tingkah aneh Naufal.
Naufal menyedot teh hangat dihadapannya, entah teh hangat milik siapa yang dia minum. Pemuda itu terus menyedotnya hingga habis tak tersisa. "Gue tadi dapat kabar dari Irvan. Katanya Alfa dapat kiriman foto dari nomor yang tidak terkenal, dan parahnya lagi foto itu tu foto lo sama Abel lagi senyam senyum mesra."
"Apa kau kata?" Saking kagetnya Eki terjatuh dari bangku yang didudukinya.
"Siapa yang nyebarin foto kayak gitu? Tega banget!" Abel tak kalah kagetnya dengan Eki. Teh hangat yang baru saja ia sedot tersedak seketika.
"Makanya gue lagi mengawasi warung ini. Mungkin anak buahnya Monic yang lakuin!" Naufal berbicara dengan serius."Mendingan Abel pulang bareng gue. Eki lo tunggu disini dulu, nanti gue jemput lo di warung ini lagi. Lo pasti lupa jalan pulang kan? Gue yang akan nganterin lo pulang. Sekalian gue nginep dirumah lo ya Ki."
Flashback off
Setelah kepergian Naufal dari rumah Kaila, Kaila menjadi sangat tidak enak kepada Naufal. Tetapi apa daya, Naufal tidak ingin lagi membahas kejadian yang baru saja terjadi. Tetapi Kaila berjanji, dirinya akan membalas kebaikan Naufal suatu saat nanti.
Kaila menenangkan dirinya di teras tempat pertemuan dia dan Naufal tadi, dirinya duduk bersandar sambil meminum air hangat yang ada di meja.
Suara knalpot motor berhenti tepat didepan rumahnya, Kaila menyipitkan matanya untuk mengetahui siapa yang datang. Seorang pemuda yang sangat ia kenal, mencopot helm yang ada di kepalanya, lalu menggantungkan helm di sekitar kaca spion. Pemuda itu berlari menemui Kaila.
Kaila duduk mematung dan terus diam tanpa suara. Karena pemuda itu, dirinya harus berbohong kepada Naufal, soal kejadian diayunan saat tadi. Kaila ingin sekali berlari memasuki rumahnya, namun niat itu ia urungkan karena ia butuh penjelasan yang pasti dari pemuda dihadapannya itu.
"La gue minta maaf! Gue minta maaf! Gue lupa kalau ada janjian. Gue minta maaf!" lirih Satya.
"Hmmmm," hanya ada jawaban itu dari mulut gadis berambut gelombang.
"Baju lo... baju lo kok basah kuyup? Lo habis hujan-hujanan ya? Atau karena nungguin gue?" tanya Satya penuh penyesalan.
"Hmmmm," hanya itu yang dapat Kaila jawab.
"La lo kenapa? Sorry gue tadi..."
"Oh gue sadar, sekarang gue bukan siapa-siapa lo lagi kan? Bukanya kemarin kita baru putus? Ini salah gue karena terlalu berharap dari laki-laki yang sudah berstatus mantan."
Kaila menundukkan kepalanya, enggan melihat Satya dihadapannya. Badannya yang masih kedinginan, ia peluk erat-erat dengan tangannya.
"Kai... La..."
"Udah ya Sat, gue lelah gue mau istirahat. Gue tidur dulu ya," ujarnya melangkah meninggalkan Satya. Niatnya untuk mendapatkan penjelasan kepada Satya, ia urungkan. Kaila sudah sangat kecewa, dengan sifat Satya sekarang ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
AlfAbel [END]
Teen FictionDi kursi panjang ini ku dudukan badanku Menatap kerinduan bintang malam Angin malam megingatkanku Akan lembaran kecil puisi kenangan Tentang tawa yang menggetarkan hatiku Tentang senyum yang menenagkan Dimana rembulan tersenyum padaku Membisikan ray...
![AlfAbel [END]](https://img.wattpad.com/cover/99061604-64-k186211.jpg)