Guanlin tersenyum dan mengusap rambut daehwi pelan saat menemui daehwi di parkiran, tanpa mereka sadari paparazi itu terus mengambil photo-photo mereka.
"americano untukku?"
"lalu untuk siapa lagi, apa menurutmu aku mampu meminum 2 gelas sekaligus?" daehwi memajukan bibirnya kesal
"aahhh menggemaskan sekali" guanlin mencubit kedua pipi daehwi.
"ahhh yakkkk bagaimanapun aku tetap hyungmu.... ini minum saja kopimu" jawab daehwi menepis tangan guanlin dan menyerahkah kopi itu pada guanlin.
"Kita seumuran bagaimana bisa aku memanggilmu hyung" kata guanlin mengacak rambut daehwi.
" lagi pula perbedaan tubuh kita seperti ini, kau bisa saja memanggilku....... " Guanlin menghimpit tubuhnya ke daehwi dan berbisik ke telinga daehwi " kau mungkin saja bisa memanggilku ' Daddy." ucap Guanlin tersenyum setan.
"Daddy ?.... terima ini 'daddy' " ucap daehwi kaget dan kemudian menendang tungkai kaki guanlin membuat guanlin kesakitan
"1 tahun koma otakmu menjadi kotor, Cepatlah di bersihkan sebelum berkarat" lanjut daehwi yang sudah masuk kemobilnya dan duduk dengan nyaman. "yakk kau tidak masuk, bukankah kita harus belanja" ucap daehwi mengingatkan tujuan awaln mereka.
Guanlin masuk ke mobil daehwi kali ini ia yang menyetir sedangkan daehwi duduk di kursi penumpang dan bernyanyi kecil sambil membiarkan udara dingin mengenai wajahnya.