(play atas dulu yah)
.
.
"hoonie apa yang kau lakukan ?" Jinyoung berlari kearah jihoon yang langsung ambruk bersimbah darah.
"hyung..." Jinyoung menggendong jihoon ke tempat tidur dan menghubungi manager jihoon, Jinyoung hanya bisa memberikan pertama pada jihoon. Untung saja tidak lama setelah itu manager jihoon datang membawa dokter yang biasa menangani jihoon dulu. Jika kalian bertanya kenapa jihoon tidak dibawa kerumah sakit, itu semua agar media tidak tau tentang kondisi kejiwaan jihoon yang sebenarnya. Karna itu Maroo ent. menyewa dokter khusus untuk menangai jihoon.
"Dokter mengatakan bahwa luka jihoon tidak terlalu dalam untug saja efek alkohol yang jihoon minum membuat jarinya lemas hingga tidak bisa melukai tanganya terlalu dalam Dokter mengatakan tidak perlu ada yang di khawatirkan tentang keadaan fisik jihoon tapi yang perlu diwaspadai adalah kesehatan mentalnya yang kembali labil.
Setelah beberapa pemeriksaan manager jihoon pamit untuk mengantar dokter itu pulang.
Jinyoung duduk dilantai menggenggam tangan jihoon yang terinfus. Jihoon mengusap pergelangan tangan jihoon yang lain yang terbalut perban untuk menutupi lukanya.
"kenapa kau sampai sejauh ini hoonie. Cepatlah sembuh dan jangan lakukan hal seperti ini lagi. Kau tau kan aku akan selalu berada di pihakmu dan disisimu."
"jinyoung-aa "
"hoonie~aa kau sudah sadar"jinyoung duduk mendekat membantu jihoon duduk bersandar di kepala tempat tidur.
"kepalaku sangat sakit" jihoon memukul kepalanya. Membuat infus di tangannya terlepas
"yak jangan menyakiti dirimu lagi,sudah cukup , sebenarnya apa yang kau inginkan?"
"aku tidak ingin apa-apa aku hanya ingin guanlin"
"apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan padaku, pada kekasihmu ini?"
"aku sadar, aku tidak akan meninggalkanmu, aku berjanji hanya saja tidak bisa kah kau mebantuku agar guanlin tidak membenciku lagi setidaknya jika aku tidak bisa memiliknya, ia tidak boleh bersama seseorang yang aku kenal apalagi daehwi, aku tidak akan bisa mengontrol emosiku jika ia bersama daehwi."
"apa salah daehwi padamu jihoon hyung? Ia sudah seperti adikmu kan? Lalu kenapa? "
"Justru karna ia seperti adikku aku tidak bisa menerima jika guanlin memilih bersamanya. Membayangkan mereka mereka bersama membuatku sesak, Kumohon... Demi aku.. Aku tidak akan melukai diriku lagi jika kau berjanji untuk membuat mereka menjauh. Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu aku tidak akan melepaskanmu, kau tetap kekasihku"
"jadi kau menyuruhku untuk memisahkan guanlin dan daehwi? Hyung kita bahkan tidak tau mereka punya hubungan apa, lalu bagaimana bisa ..." tanya jinyoung ia sungguh tidak mengerti akan kegilaan jihoon.
"aku tidak peduli apa hubungan antara mereka , aku hanya tidak menyukai mereka bersama. Karna itu bantu aku.. Kembalilah pada daehwi setidaknya sampai ia menjauh dari guanlin, kau mau kan? Kau pasti bisa.. Aku tau daehwi sangat menyukaimu ia pasti akan menuruti permintaanmu. Kumohon berpura-pura lah kembali padanya, berbohonglah sekali saja padanya katakan kau mencintainya dan buat ia menjauh dari guanlin setelah itu kau bisa kembali padaku. " jihoon menyatukan tangannya dan memohon pada jinyoung, matanya berkaca-kaca menatap jinyoung sedangkan jinyoung masih tidak percaya dengan apa yang jihoon katakan.
Jihoon menyuruhnya untuk membohongi daehwi? Jihoon benar-benar tidak waras. Bagaimana ia bisa meminta jinyoung untuk menyakiti daehwi, tanpa jihoon memintanya berbohong ia memang sudah mencintai daehwi.
"jinyoung~aa jeballllll.. Demi aku... Hatiku terasa sakit saat melihat mereka bersama"
"lalu bagaimana dengan perasaan daehwi? Kau tidak memikirkan perasaanya?"
" TIDAK AKU TIDAK PEDULI PADA PERASAANYA.... Ia merebut guanlin dariku lalu kenapa kau peduli pada perasaannya? Kau kekasihku harusnya kau hanya peduli pada perasaanku , kau harusnya mengutamakanku bukan mengutamakan perasaan orang lain. "
#PLAKKK # suara tamparan keras terdengar mengalun di udara.
Tanpa sadar jinyoung menampar jihoon.
"hoon.. Hoonie~aa miannn aku tidak bermaksud" kata kata jinyoung terputus karna jihoon mendorongnya
Mata jihoon memerah menahan marah.
"pergi dari sini pergi KU BILANG PERGI" jihoon mendorong jinyoung pergi. Hingga Tanganya yang diperban tadi kembali mengeluarkan darah.
Jihoon membanting pintu dan menangis sejadi-jadinya karna tidaka ada yang berada disisinya, tidak ada yang berada di pihaknya , tidak ada yang peduli pada perasaannya.
Dengan darah yang kembali menetes jihoon mebuka botol alkohol lagi dan menenggakknya.
Ia begitu kesakitan. Ia merasa sangat sakit. Ia sengaja minum alkohol agar ia tidak tertidur dan tidak merasakan sakit.
Sementara itu di kamar hotel guanlin.
" kau milikku, tidak ada yang bisa mengambilmu dariku entah itu sihoon atau jinyoung sekalipun.
Guanlin memeluk daehwi erat. Tapi pelukan eratnya itu membangunkan daehwi.
"lini~aa lepaskan " daehwi mendorongku tubuh guanlin menjauh tapi kalah kuat dengan tenaga guanlin.
"ahhh aniya... Dingin.. " guanlin semakin erat memeluk daehwi dan membenamkan kepalanya di dada daehwi.
"aigoo matikan acnya kalau begitu"
"aku malas bergerak, lagi pula memelukmu seperti ini terasa sangat hangat dan nyaman, lagi pula aku masih sakit.. Biarkan sebentar saja okwe.. "guanlin menutup matanya sambil memeluk daehwi , ia mengarahkan tangan daehwi untuk mengusap rambutnya.. sekarang ia mengerti kenapa jinyoung sangat suka memeluk daehwi. Daehwi terlihat kurus tapi tubuhnya sangat pas untuk dipeluk.
"daehwi~aa"
"hmm apa ?" jawab daehwi sibuk ngusap rambut guanlin.
"tidurlah denganku "
"APAAAAA? "
TBC
HAHA MAKIN GAJE NIE CERITA. MAAF MEMANG AGAK PENDEK TP ITU SENGAJA KARNA KALAU BIKIN PENDEK GINI AUTHOR LEBIH CEPAT UPDATE CERITA DIBANDINGKAN KALAU BIKIN YANG PANJANG.
KAMU SEDANG MEMBACA
Memory
Fanfiction#2 tahun setelah wanna one disband. bagaimana cerita ini akan berlanjut ?
