"Hyung sejak kapan kau disini?" tanya Jinyoung yang kaget melihat jihoon tidur disampingnya padahal jihoon punya kamar sendiri.
"Aku takut..."
"Takut?"
"aku takut sendirian" ucap jihoon memeluk jinyoung.
"apa aku boleh tidur bersamamu?" tanya jihoon.
"hmm tapi hyung...." jinyoung agak ragu-ragu untuk menjawabnya.
"Untuk yang terakhir kalinya" ucap jihoon menyembunyikan wajahnya di dada jinyoung.
"Baiklah" ucap jinyoung mengusap rambut jihoon agar jihoon terlelap.
keesokan harinya.
"hari ini terakhir hyung terapi kan ?" tanya jinyoung sambil memakan sarapannya.
"iya ini hari terakhir, tak kusangka akan secepat ini prosesnya" ucap jihoon tersenyum
"cepat atau tidak, tetap saja hyung tidak boleh melukai diri sendiri lagi." ucap jinyoung serius
"arashooo arashoo aku takkan melukai diriku lagi" ucap jihoon menepuk punggung jinyoung.
"carantaaa caresooo " jinyoung mengusap lembut kepala jihoon.
"lanjutkan makanmu kita harus ke galeri untuk mengambil barangku setelah baru ke rumah sakit" ucap jihoon.
"apa itu barang yang hyung ceritakan itu, yang inginkan sejak dulu"
"ya.. Itu yang aku inginkan sejak dulu." ucap jihoon tersenyum.
"memangnga itu barang apa?"
"rahasia" ucap jihoon memakan apelnya.
.
.
Jihoon dan jinyoung pergi ke galeri tempat jihoon memasan barangnya.
sebuh "Topeng Kaca" .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ini sangat menyeramkan hyung" ucap jinyoung. Jihoon hanya tersenyum.
" Dengan topeng kaca ini aku ingin melihat sesuatu yang dilihat olehnya" jawab jihoon.
"hah ? apa? " tanya jinyoung lagi
"tidak ada apa-apa.. ayo kita ke rumah sakit sekarang"
Jihoon dan jinyoung baru saja menyelesaikan sesi terakhir dari pengobatan jihoon.
"hyung aku lapar" ucap jinyoung.
"aigoo aigooo lihatlah kau akan gemuk"
"aku selalu lapar karna aku bahagia"
"ya ya ya baiklahh ayoo kita makan" ucap jihoon menyeret jinyoung ke restoran.
"restoran korea?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Memory
Fiksyen Peminat#2 tahun setelah wanna one disband. bagaimana cerita ini akan berlanjut ?
