*play music dulu yah yang di atas*
.
..
...
....
.....
......
.....
....
...
..
.
“Hangat” ucap daehwi memeluk menggengam tangan jinyoung yang memeluknya dari belakang dan menyelimuti diri mereka dengan selimut.
“aku mencintaimu” ucap daehwi
"aku mencintaimu"
"aku mencintaimu"
"aku mencintaimu"
“hmm”
“aku mencintaimu”
“ara”
“aku mencintaimu”
“kau sudah mengatakanya berkali-kali”
“aku tak tau kenapa aku dulu harus selalu menahan diri utuk mengatakannya" ucap daehwi berbalik menatap jinyoung.
"jadi karna itu kau mengatakannya sekarang ?"
"hmm , aku ingin mengatakan aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap daehwi.
"aku juga"
"aku mencintaimu"
"aku mencintaimu"
"aku ingin mengatakannya ribuan kali"
"katakanlah... Aku takkan pernah bosan mendengaranya"
"aku mencintaimu" ucap daehwi hingga ia tertidur
.
.
.
.
"hyung.. Suara suara itu terus memanggilku" ucap daehwi.
"jangan dengarkan mereka, kau bersamaku disini"
"kau benar.. Asal kau ada disini semua akan baik baik saja".
"jangan pergi"
"aku takkan pergi"
"bangunlah hwi, ikut aku pulang"
"tak ada gunanya menuggu jinyoung pria brengsek itu. Ia bersenang-senang bersama orang lain saat daehwi seperti ini"
"suara itu kembali hyung" ucap daehwi menutup telinganya.
"ssstttt, semua akan baik baik saja, tidurlah" ucap jinyoung mengusap punggung daehwi.
Pelukan jinyoung membuat daehwi merasa sangat nyaman dan membuatnya mengantuk.
"jangan pergi" ucap daehwi menutup matanya.
.
.
.
Daehwi terbangun dari tidurnya dan menyadari jinyoung sudah tak ada disampingnya.
"hyung.... Kau dimana" teriak daehwi"
Daehwi mencari jinyoung keseluruh sudut kamar tapi tak menemukannya.
Ia membuka pintu kamarnya mencari jinyoung keluar dan melihat jinyoung berada di ambang sebuah pintu.
"hyung.... Jinyoung... Hyung" panggil daehwi, tapi jinyoung tak menengok kearahnya.
"hyunggg " daehwi berlari ke arah jinyoung tapi ia tak bisa meraih jinyoung seolah ada dinding transfran yang menghalanginya.
"hyungg... Hikssss jinyoung hyung" daehwi memukul-mukul dinding itu mencoba meraih jinyoung.
Daehwi melihat jihoon muncul dari pintu itu dan memeluk jinyoung membuat daehwi semakin panik ia menangis dan berteriak memanggil nama jinyoung.
"hyung jangan pergi" teriak daehwi saat ia melihat jihoon menarik tangan jinyoung pergi.
"aniyaaaaaaa aniyaaaaaa hyunggggg aniyaaa kumohon jangan pergi" ronta daehwi saat jinyoung melangkahkan kakinya keluar mengikuti jihoon.
"bae jinyoung.. Kumohon jangan pergi" teriak daehwi memukul dinding itu dan akhirnya dinding itu menghilang.
Daehwi langsung berlari menyusul jinyoung. Ia ikut keluar dari pintu itu dan menarik tangan jinyoung agar tidak pergi.
"hyung jangan pergi" ucap daehwi dengan penuh airmata"
Jinyoung hanya diam saja.
"hyung kau bilang kau takkan meninggalkanku"
"aku harus pergi daehwi~aa" ucap jinyoung melepaskan tangan daehwi
"kau tak boleh pergi, kau sudah berjanji, kau sudah berjanji padaku kita akan bahagia"
Jinyoung tak bereaksi, ia memalingkan wajahnya dan pergi".
Daehwi kembali mengejar jinyoung tapi jinyoung sudah hilang ditelan kabut malam.
Daehwi terduduk lemas, ia dikhianati, ia kembali dikhianati.
"hyung... Jinyoungi hyung" tangisnya pecah saat ia menyadari kembali di tinggalkan.
"hwi... Kumohon bangunlah"
"disini banyak yang menunggumu"
Daehwi menutup telinganya karna suara suara itu muncul membuat telinganya sakit dan semakin sakit karna tak ada jinyoung menenangkannya.
"aku tak ingin disini, bukan ini yang aku inginkan, aku ingin bangun aku harap ini hanya mimpi... Hikkss aku ingin bangun" ucap daehwi menangis.
.
.
.
.
.
"Aku dengan susah payah menghapus dan menghapusmu lagi dari hatiku tapi aku mencintaimu lagi dan lagi
Kenangan-kenangan ini menyakitkan membuat cinta kita bahkan terlihatlebih menyedihkan
Tak peduli seberapa banyak aku menyembunyikannya, kau tetap memenuhi pikiranku.
Kerinduanku tumpah seperti air mataku, apa yang harus aku lakukan?
Kau hanya datang padaku dalam mimpi-mimpi sedihku
Aku tahu, aku tahu tapi aku tak bisa melepasmu bahkan sedikitpun.
Tapi jika ini mimpi, jika ini benar benar mimpi ...aku ingin bangun, aku tak ingin mengingat semuanya" ucap daehwi
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Memory
Fanfiction#2 tahun setelah wanna one disband. bagaimana cerita ini akan berlanjut ?
