💭mimpi daehwi💭

622 130 24
                                        

.
.
.
.
.

Daehwi membuka matanya dan ia mendapati dirinya diatas tempat tidur.

Ia menggapai bantal di sebelahnya tidak ada orang.

"jinyoung hyung hikss hikss" ucapnya terisak mencari jinyoung.

Sayup sayup ia mendengar suara yang familiar ditelinganya sedang memanggil namanya menyuruhnya untuk bangun.

"siapa disana ?" ucapnya tapi tak ada yang menyaut.

Orang itu terus memanggil manggil namanya hingga kepala daehwi sakit.

Ia semakin terisak memanggil jinyoung.

"hyunggg... Tolong akuuuu" ucapnya menyembunyikan wajahnya di antara lututnya.

"hyung... Jinyoung hyung kau dimana" isaaknya sedih...

Suara suara itu semakin kencang dan membuat telinganya sakit.

Daehwi menutup mata dan  telinganya ia tak mau mendengar suara itu.

Ia terisak minta pertolongan pada jinyoung.

"stopppp hentikannn?" ucap daehwi berteriak sambil menutup telinganya.

Tapi tiba-tiba sebuah tangan hangat memeluknya dari belakang.

Daehwi mencoba berontak dari pelukan orang itu.

"ini aku.. jinyoungi" ucap jinyoung membalikkan tubuh daehwi, menanggakup wajah daehwi agar menatapnya.

"hyu...hyung" panggil daehwi gemetar meraba wajah jinyoung.

"iya ini aku.. Tenanglah" ucap jinyoung memeluk daehwi sambil mengusap punggung daehwi.

Daehwi menemukan kedamaian dipelukan jinyoung. Nafasnya mulai teratur dan tubuhnya tak lagi gemetar.

Jinyoung membungkus tubuh mereka dengan selimut putih dan memeluk lagi.

"apa kau mimpi buruk ?"

Daehwi hanya menggeleng.

"Lalu ?"

"ada suara-suara yang memanggil manggil namaku" ucap daehwi menyandarkan kepalanya di dada jinyoung.

"jangan pergi lagi hyung. Aku takut...."

"aku takk akan pergi.. Aku akan selalu disini menemanimu.. Jadi jangan dengarkan mereka."

Daehwi menggangguk cepat. " aku takkan mendengarkan mereka. Aku ingin tetap bersamamu hyung"

"charantaaa" ucap jinyoung mengusap rambut daehwi lalu menarik dagu daehwi mendekat lalu mencium  bibir merah daehwi untuk waktu yang lama.

"aku tak ingin bangun" ucap daehwi dalam hati

.
.
.
.
.

TBC.

MemoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang