Apartemen Jihoon
Minhyun mempercepat langkahnya menuju rumah jihoon. Ia harus segera membantu jinyoung menyelesaikan permasalahan ini, ia tak sanggup melihat jinyoung menderita.
Jihoon membukakan pintu rumahnya dengan langkah gontai.
"minhyun hyung" jihoon kaget dengan kedatangan minhyun, pasalnya minhyun sudah 1 tahun ini tidak banyak bicara dengannya sejak ia berkencan dengan jinyoung.
"anyong jihoon~aa" sapa minhyub seadaanya.
"masuklah hyung" ajak jihoon.
" Duduklah dimanapun hyung mau, maaf berantakan" apartemen jihoon sangat berantakan, pecahan kaca ada dimana-mana, dan aroma alkohol begitu menyengat.
Keadaan jihoon saat ini tidaklah dalam kondisi baik. Baik fisik dan mentalnya sedang kacau.
" tak apa, aku berdiri saja aku tidak akan lama" ucap minhyun membuka gorden apartemen jihoon agar cahaya mentari sore masuk.
"ahh baiklah.. Ada hyung? Apa yang ingin kau bicarakan ?, minum ?" tanya jihoon sambil memberikan segelas vodka pada minhyun.
"aku tidak minum jihoon~aa kau tau itu" jawab minhyun menolak gelas itu.
"ahhh benar, aku lupa... Mianhee" ucap jihoon dan meminum vodka itu sebagai gantinya.
"kau terlalu banyak minum jihoon~aa" minhyun agak khawatir dengan kebiasaan jihoon.
"aku tidak apa-apa hyung, tidak usah khawatir, jadi apa yang hyung ingin katakan langsung saja"
"baiklah kita lupakan basa basi.... Jihoon~aa apa hubunganmu dan jinyoung baik-baik saja?"
"hubunganku? Hubungan kami baik-baik saja, hyung tau kan kami baru saja merayakan 1 tahun hubungan kami" jihoon agak ragu-ragu menjawan pertanyaan minhyun dan akhirnya ia memilih berbohong.
"benarkah ? Kenapa yang kulihat malah sebaliknya? Apa kau bahagia jihoon~aa?"
"tentu aku bahagia, kenapa hyung bicara seperti itu?"
"lalu jinyoung ? Apa menurutmu ia juga bahagia dengan hubungan kalian ?"
"tentu ia bahagia.. Ia bahagia bersamaku"
"ani.. Ia tidak bahagia. Jinyoung tidak bahagia jihoon~aa.. Ia tersiksa."
"hyung tidak usah sok tau seperti itu. Hyung tidak tau apa-apa tentang hubungan kami"
"aku memang tak tau hubungan kalian tapi aku tau jinyoung tidak bahagia bersamamu, kau juga pasti merasakan hal itu kan"
"hyung... jinyoung bahagia atau tidak itu bukan urusanmu.. Jinyoung memilihku itu berarti ia mencintaiku"
"jihoon please jangan bohongi dirimu sendiri, aku tau kau tau siapa yang sebenarnya dicintai oleh jinyoung"
"Daehwi... Iya kan ? Lalu kenapa"
"kenapa kau bilang ? Kau masih bertanya kenapa? Jihoon~aa .. Daehwi dan jinyoung kau menyiksa perasaan mereka"
"menyiksa katamu? Lalu bagaimana denganku, aku juga tersiksa.. Aku juga ingin bahagia apa aku salah ? Jinyoung yang datang padaku. Bukan salahku jika jinyoung lebih memilih untuk meninggalkan daehwi"
"jihoon~aa kenapa kau egois seperti ini.. Tidak bisa kah melepaskan jinyoung agar ia bahagia? Ia sangat terlihat menyedihkan karna merindukan daehwi"
"tidak akan hyung aku tidak ingin sendirian, aku ingin dicintai setidaknya sampai guanlin kembali padaku"
"tp sekarang Guanlin sudah kembali bukan ? Kau bisa melepaskan jinyoung sekarang biarkan ia bersama orang yang ia cintai"
"tidakkkkkk hyung. . Guanlin memang kembali tapi ia lebih memilih daehwi dari pada aku. Daehwi merebut guanlin dariku, jadi aku tidak akan melepaskan orang yang ia cintai juga. Skor kami satu sama sekarang"
" Tapi kau yang lebih dulu merebut jinyoung dari daehwi"
"aku tak merebutnya, sudah kukatakan aku tak merebutnya... Ia yang datang pada karna ia memilih mencintaiku"
"aniya jihoon~aa jinyoung meninggalkan daehwi hanya karna ia KASIHAN padamu. Karna kau sangat menyedihkan bukan karna ia mencintaimu"
"Stoppp" jihoon memegang kepalanya dan melemparkan gelas vodka itu hingga pecah sangking emosinya membuat minhyun kaget.
"jika kau masih punya hati, jika kau masih mengganggap mereka seperti saudaramu, renungkan sikapmu ini dan kembalikan kebahagian mereka. Aku pulang " ucap minhyun beranjak pergi
"ahh dan satu lagi, jangan terus-terusan mengancam bunuh diri untuk mengikat jinyoung lebih lama lagi, bebaskan ia dan bebaskan dirimu juga , jika kau kesepian kau mempunyai kami disampingmu, tapi jangan dengan cara kotor seperti ini" ucap minhyun membanting pintu dan pergi.
"ahhh weeeeeeeee.... Kenapa semua orang tidak ada yang mengerti hatiku? Kenapa tidak ada orang yang berada disisiku? Kenapa selalu aku yang salah... Aku hanya ingin bahagia .. Apa itu salah ?"
"cara kotor katamu... Baiklah akan ku tunjukkan cara kotor yang sebenarnya" ucap jihoon
30 menit kemudian managernya datang untuk membawa makanan dan betapa terkejudnya ia saat melihat jihoon berada di bathup bermandikan darah. Karna jihoon kembali memotong nadinya dan mencoba menenggelamkan dirinya di bathup.
Managernya bingung tidak tau ia harus bagaimana , ia mencoba menelpon jinyoung dengan handphone jihoon tapi jinyoung tidak mengangakatnya. Karna terlalu takut dengan keadaan jihoon ia langsung menggendong jihoon dan membawanya kerumah sakit.
Pihak rumah sakit mengatakan bahwa kondisi jihoon saat ini kritis tanganya harus segera di operasi karna lukanya sangat parah. Dengan persetujuan managernya pihak rumah sakit pun mulai melakukan tindakan medis.
Manajer jihoon terus berusaha menghubungi jinyoung sambil menunggu operasi jihoon tapi jinyoung tidak mengangkatnya bahkan sekarang handphobe jinyoung mati.
"Jinyoung kau dimana.. Jihoon kritis.. Angat telponmu".....
Tidak lama setelah itu suara derap langkah terdengar. Manager jihoon langsung repleks berdiri melihat itu...
"Guanlin-siii"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Memory
Fiksi Penggemar#2 tahun setelah wanna one disband. bagaimana cerita ini akan berlanjut ?
