Woojin membenarkan selimut Jihoon sebelum ia keluar dari rumah itu, Jihoon sudah terlelap sekarang waktunya untuk woojin pergi.
Woojin memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi karna ingin bertemu seseorang.
Woojin memarkir mobilnya di basement apartemen dan melangkah dengan lesu masuk kedalam lift.
"aku segera sampai" ucapnya di telpon lalu menutupnya. Ia menyandarkan kepalanya di lift dan setelah pintu lift terbuka ia melihat seseorang yang ingin ia temui itu. Senyum woojin mengembang menatap orang itu.
"kenapa kau keluar.. aku kan bilang sudah sampai" ucap woojin mengusap rambut orang itu.
"karna ku tak sabar menemuimu, aku merindukanmu" ucap orang itu menggandeng tangan woojin masuk ke dalam apartemennya.
"kau mau kopi?" tawar orang itu.
"iya" ucap woojin menidurkan dirinya di sofa.
"Jangan tidur disitu masuklah kekamar" ucap orang itu dari arah dapur.
"arashooo" ucap woojin masuk kekamar dan menidurkan dirinya.
Orang itu masuk dan menaruh kopi di samping ranjangnya.
"ini kopi mu" ucap orang itu.
"bogosippoo" ucap woojin menarik orang itu duduk lalu menidurkan kepalanya di pangkuan orang itu.
"kenapa lama sekali...?" tanya orang itu.
"maaf .. tadi aku menemani jihoon dulu"
"ada apa lagi dengan jihoonmu itu?"
"huftt.. ia menginginkan guanlin" ucap woojin membenamkan wajahnya di perut orang itu.
"guanlin ? tapi bukankah ia berkencan dengan jinyoung " Tanya orang itu
"mereka sudah putus, jinyoung ingin kembali pa'da daehwi, tapi kau tau sendiri kan keadaan daehwi bagaimana. Ia bahkan tidak mengingat jinyoung.
"ara... aku menjenguk daehwi tadi aku juga bertemu dengan jinyoung . Ia terlihat kacau, tapi apa guanlin mau kembali pada jihoon? Aku lihat guanlin sangat dekat dengan daehwi."
"aku juga baru tahu daehwi sangat dekat dengan guanlin, mereka lebih dekat dari yang kita perkirakan.. guanlin bilang mereka bahkan sudah melakukannya"
"apa ?"
"mengejutkan bukan? Arrggghh aku semakin pusing. Kenapa jihoon dan daehwi harus berurusan dengan orang yang sama lagi"
"benarkah? WoW .. tapi aku khawatir pada daehwi. kau tau sendiri kan belahan jiwamu itu seperti apa saat ia menginginkan sesuatu. Apa ini artinya daehwi harus mengalah lagi pada jihoon?" tanya orang itu
"entahlah, aku rasa kali ini semua tergantung oleh guanlin. Dan aku masih kepikiran tentang jinyoung. saat dulu Jihoon merebut jinyoung dari daehwi, kau tau aku hanya bisa diam karna saat itu semua keputusan ada di tangan jinyoung dan jinyoung lebih memilih jihoon. Kau tau kan betapa emosinya aku saat tau itu" lanjut woojin
"yaa. Aku masih ingat, kau marah pada daehwi pada saat itu kan kau bahkan sempat tak bicara pada sihoon hyung dan skandal pertengkaran kalian muncul di artikel naver."
"aku tak bermaksud marah pada daehwi, aku marah pada jinyoung dan tapi melihat daehwi yang bertindak bodoh menangisi jinyoung membuatku marah, tapi saat itu sungguh aku tak bermaksud marah pada daehwi"
"ara.. ara kau bahkan menangis di hadapanku saat pulang dari rumah daehwi. Kau terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaanmu chagia dan berunjung menyakiti daehwi dan kudengar dari sihoon hyung kau juga marah pada daehwi tadi"
"hufttt meolla..." ucap woojin semakin membenamkan kepalanya di perut orang itu"
"geli..... hentikan " ucap orang itu menjauhkan woojin dari perutnya.
"ahhh sebentar saja, aku merindukkanmu Hyeong Seop~aa... aku harus kembali ke rumah sakit" ucap woojin semakin memeluknya.
"aigoo arashooo arashoooo 10 menit lalu kau harus segera pulang. Euiwoong akan membunuhku jika melihatmu disini.."
"kenapa kau masih tinggal dengannya. Ayo kita tinggal bersama ..kita bisa menyewa apartemen bersamakan"
"tinggal bersama? Lalu kau kan selalu keluar rumah lebih tepatnya kau akan terus meninggalkan ke hutan untuk syuting dan aku kan mati karna kesepian tak ada teman bicara." Ucap Hyeong Seop.
"ahhh benar juga.. aku belum memikirkan itu" ucap woojin bangkit.
"hufttt aku pergi dulu ..okeee? jangan rindu itu berat, biar aku saja" ucap woojin dengan suara sok cool.
"dimana kau pernah mendengar itu, kata-kata itu terdengar tak asing.." ucap Hyeong Seop membukakan pintu mengantar woojin keluar.
"youngmin dan donghyun hyung sering mengucapkannya" ucap woojin.
"ohh pantas tak asing.. sampai jumpa.. hati-hati jangan mengebut " ucap Hyeong Seop.
"poppooo" ucap woojin memajuka bibirnya. Tapi bukannya di cium Hyeong Seop malah menampar bibir Hyeong Seop.
"wae?"
"hukuman karna sudah memarahi daehwi tadi" ucap Hyeong Seop
Sedangkan woojin hanya bisa menghela nafas panjang membuat Hyeong Seop tersenyum.
"Muuaach" Hyeong Seop mengecup pipi woojin membuat woojin memerah
"itu agar kau selalu semangat" ucap Hyeong Seop lembut.
Hyeong Seop memeluk woojin dan mengusap punggungnya. "melindungi 2 orang itu tak mudah.. kau harus tetap kuat... kau harus menjaga daehwi dan jihoon di saat yang bersamaan .. kau pasti bisa.. kekasihku sangat kuat ia pasti bisa" ucap Hyeong Seop.
Woojin melepaskan pelukannya dan menggengam tangan Hyeong Seo . "bukan 2 tapi 3.. kau juga tetap harus kujaga agar kau tak lari" ucap woojin.
"aigoo terserahmu saja woojin~shi.. pergilah cepat"
"arashoo.. bye.. aku pergi sarangheee" ucap woojin pergi dan masuk ke lift melambaikan tanganya ke Hyeong Seop.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Memory
Fiksi Penggemar#2 tahun setelah wanna one disband. bagaimana cerita ini akan berlanjut ?
