2. Ulurkan, dan Tangkaplah! (a)

3.3K 216 36
                                        

———————
Ketika aku melangkah maju, lakukanlah hal yang sama. Aku hanya ingin memiliki langkah yang sama denganmu.
———————

»☆«


"Lo siapa?" Val menarik tangannya dari genggaman lelaki berbaju hitam. Padahal baru tiga langkah saja yang mereka tempuh. Namun, Val dengan enteng menahan langkah mereka berdua.

"Lo aneh ya. Masih aja sempat nanya yang kayak gitu. Lo mau gue tolong gak, sih?" sinis lelaki itu. Dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Val.

"Tapi--"

"Udah deh, kalau lo gak mau gue tolong." Lelaki itu hendak pergi meninggalkannya. Namun, dengan cepat Val menghambat pergerakan si lelaki. Tidak lupa dia mengarahkan tangan si lelaki untuk menggenggam tangannya.

"Ayo, bawa gue."

Lelaki itu hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan Val. Tanpa perlu menunggu lama, mereka langsung mempercepat langkah. Mereka terus berlari. Namun, sayangnya kaki Val tercipta bukan sebagai seorang atlet lari.

"AWW!" ringisnya. Tubuhnya hampir saja terjatuh, kalau lelaki itu tidak menahannya. Namun, rintihan itu tidak berlangsung lama.

"Hei! A ... apa yang lo lakuin!"

Tanpa diduga si lelaki menggendongnya ala bridal style.

"Ya, nolong lo lah." Sebuah cengiran dia hadiahkan ke pada Val, sebelum mereka melanjutkan pelarian.

Seketika Val merasakan keindahan langit ketujuh. Dia menutup wajahnya.
OMGG! SENYUMNYA MANIS BANGET! teriak Val dalam hati.

Dia yakin, kalau semburat merah terlihat jelas di pipinya. Untuk pertama kali, dia merasakan perelakuan seperti ini. Kini dia lupa dengan apa yang terjadi sekarang. Dia tidak peduli dengan para penggemar yang sibuk mengejarnya.

"Woi jangan tidur. Lo pikir, lo gak berat?" Terdengar kasar, tetapi hal itu berhasil membawa Val ke dunia nyata.

Val membuka mata dan mengecek sekeliling.

"Lo bisa diam gak? Atau gue jatuhkan lo sekarang?" ketus lelaki itu lagi.

"Turunkan gue!" balas ketus Val.

Dengan pelan dia menurunkannya. "Galak amat lo, untung cantik," protes lelaki itu.

Val hendak pergi, tetapi rasa sakit di kaki masih saja terus menyerang.

"Lo mau gue gendong lagi?" Lelaki itu memperlihatkan kerlingan jail.

"Enggak mau ... Aww!!"

Dengan cepat, si lelaki menangkap tubuhnya. "Lo, sih, gak usah sok kuat." Dia pun menyentuh kaki Val dan memijatnya.

Val hanya bergeming.

"Bagaimana, lumayan gak?"

Val mencoba untuk bangkit berdiri. Sungguh hebat! Rasa sakit tadi, hilang seketika. Sontak dia tersenyum lebar.

"Gue anggap, senyuman lo sebagai bonus untuk gue."

Val menautkan kedua alis. "Maksud lo apa?"

Seketika matanya membulat lebar. Tanpa disadari, ponsel miliknya sudah berpindah tangan ke lelaki itu.

"Lo mau apain handpone gue!" Dia berusaha mengambil benda canggih itu dari tangan si lelaki. Namun, hasilnya nihil. Lelaki itu tak acuh, dan tetap fokus pada ponsel milik Val, entah apa yang sedang dia lakukan.

"Nih, handphone lo. Itung-itung ini sebagai tanda terima kasih lo ke gue."

Dengan kesal, Val mengambil barang berharganya.

"Lo tunggu aja pesan dari gue."

Val terdiam. Apa maksudnya? Telinganya tidak salah mendengarkan?

Apakah ini bertanda ...

Blush!

Memikirkan hal itu saja, berhasil membuat pipinya seperti kepiting rebus. Setelah diperhatikan dengan lamat, ternyata lelaki tersebut sangat tampan.

"Lo salting ya ketemu cogan kayak gue?"

"Apaan, sih!"

"Oh iya. Lo kenapa bisa dikejar sama mereka?"

Sontak Val tersedak mendengarnya. Dia menatap si lelaki dengan tidak percaya. "Lo gak tahu gue siapa?"

"Lah, emangnya lo udah kenalin diri ke gue?" Terlihat wajah yang sangat polos pada lelaki itu.

What! Gue yang sangat terkenal, dengan wajah yang terpampang hampir di segala tempat. Masih aja ada yang gak kenal gue? batin Val ingin berteriak.

"GUE ITU--"

Sebuah tangan besar mendarat tepat di kepalanya. "Untuk sekarang gue gak mau tahu siapa nama lo. Jika, kita dipertemukan lagi. Lo harus siap menjawabnya."

"Jaga diri lo baik-baik." Suara yang sangat lembut itu, kini berhasil merayap ke dalam hati Val.

Ya, aku berharap akan ada pertemuan selanjutnya.

—Flashback Off—

»TO BE CONTINUE«

»TO BE CONTINUE«

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ada lima permintaanku

Vote

Vote

Vote

Vote

Vote

Vote

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
IYA, LO!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang