Memberi Sebuah Tanda (b)

1.7K 112 5
                                        

—•°•—
.
.
.

Sudah menginjak tiga hari, sejak Val menjauh dari Ragi. Dia sudah memutuskan secara bulat-bulat, bahwa dia harus memberi jarak pada lelaki itu, sebelum luka di hatinya kian membesar.

"Hai, Ret!" Bel baru saja berbunyi, tetapi Ragi lebih cepat mendatangi meja gadis berambut pendek.

Dengan malas Val menjawab. "Pagi juga." Senyuman penuh dusta ia tampakkan.

"Ret, gue mau bicara sama lo--"

"Kalian sedang membahas apa?" Sebuah suara berhasil membaur pada percakapan mereka. Suara yang terdengar dingin dan penuh intimidasi di telinga Val. Siapa lagi kalau bukan Hani.

"Hmm, tidak apa-apa. Gue cuma berniat ngajak makan siang sama kita."

Apa? Kita? Lebih baik habiskan dunia kalian berdua saja. Aku tahu, kalian hanya ingin menjebakku di tengah permainan kalian berdua, batin Val merasa muak.

Hani tersenyum singkat. "Apa yang bisa menghubungkan dia, dengan kita?"

Val menatap gadis itu. Dia sudah dapat menebak, akan respons yang diberikan Hani.

"Hmm ... sorry, Ragi. Gue mau pergi ke perpustakaan. Jadi kalian bisa pergi berdua," tolaknya dengan lembut.

Belum sempat Ragi merespons, Hani tanpa diundang langsung menggenggam tangan lelaki itu. "Lo udah dengar, 'kan, apa kata dia. Ayo kita pergi."

Val dapat melihat, perempuan itu menatapnya dengan sinis. Namun, dia berusaha untuk tak acuh, dan langsung beranjak dari bangku "Maaf ya, Ragi."

Ragi menatap punggung gadis itu, hingga hilang dari pandangannya.

—•°•—
.
.
.

TBC

Siapa nih tim Ragi π_π
Pasti, tim Rey senang dengan part ini ≧﹏≦

IYA, LO!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang