19-Pertengkaran 2

826 48 0
                                        

Tok...tok...tok...

Pintu kamar Afifah terdengar diketuk, terdengar suara Umi di luar sana.

"Fif, Deandra datang" seru suara di luar

Dea...ngapain malam-malam?

"Suruh masuk saja Umi...!!!"

Hening sejenak, tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki memasuki kamar Afifah.

"Fif, kamu kenapa? Bete?"

"Nggak...yang bilang Aku bete siapa?" tolak Afifah, kenapa Dea bisa sok tau sekarang?

"Ari bilang kamu pulang sekolah nangis-nangis"

Deg....

Benar, sepulang sekolah tadi setelah kejadian dilapangan basket, Afifah sempat berpapasan dengan Ari di parkiran.

Ari terlihat ingin menegurnya, tapi Afifah berlalu pergi begitu saja disusul Ibam.

"Afifah bete" sapa Ibam pada Ari. Walaupun sebenarnya Ari tidak bertanya apa-apa pada Ibam.

"Bete kenapa sih Fif" tanya Deandra lagi saat pertanyaan pertamanya tidak di jawab.

"Nggak apa-apa cuma kecapean aja, mungkin karena sibuk urusin lomba seharian"  Afifah mengelak

"Tapi Aku lihatnya bukan itu deh" Deandra berusaha meneliti.

Tok...tok...tok...

"APIP....buka jendelanya..!!!" terdengar suara dari luar jendela kamar Afifah. Yang sudah pasti orangnya Afifah tau. Ibam.

"Siapa?" tanya Deandra.

"Biasa temannya Dora, paling lagi cari peta"

Afifah beranjak membuka jendela kamarnya dan benar saja Ibam sudah ada di sana bersama dengan cemilan ditangannya.

"Lah kok ada mukanya dia disebelah" Deandra terperangah, mulut gadis itu terperangah sempurna

"Fif, kok ada orang. Dia siapa?"

"Kenalin Aku Deandra temannya Afifah. Kamu Ibamkan?" ucap Deandra disertai dengan senyuman.

"Loh kok tau?"

"Afifah yang cerita"

"O" mulut pria itu membulat sempurna.

"Ngapain malem-malem di sini?" tanya Ibam, pria itu sudah duduk di pinggir jendela

"Hibur Afifah, katanya dia bete"

"Haha...alay lu Pip" cengir Ibam yang dibalas sorotan tajam dari Afifah.

"Cerita dong, kamu kenapa bete?"

"Nggak apa-apa"

"Palingan Si Apip lagi pms tuh" ucap Ibam, tapi sesekali  matanya berkedip ke arah Afifah.

"Beneran nggak mau cerita?"  tanya Dea lagi.

"Nggak Dea, Aku ngga apa-apa" Afifah berusaha meyakinkan. Sesekali gadis itu mengetik sesuatu di handphonenya.

ArafahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang