"Dan hujan mengajarkan kita tentang sesuatu, tentang sebuah ke iklasan untuk kebahagian. Bukan, iklas bukanlah tentang merelakan. Iklas itu memindahkan sesuatu yang kita cintai ketempat yang lebih baik"
-Raina-
*****
Playing now: Nadir -Fiersa Besari
"Gua cuman sebatas masa lalu lo, yang udah ga perlu lagi repot-repot lo inget". Ucap Raina tegas sambil langsung berlalu pergi meninggalkan Samudra yang masih mematung di tempat nya
Raina berjalan cepat ke arah motor Azka dan memakai helm nya dan langsung menaiki motor Azka.
Dengan cepat Azka melajukan motor nya dengan kecepatan sedang pergi meninggalkan rumah Samudra
Sedangkan Raina sedang menahan mati-matian air mata di kelopak mata nya ini agar tidak turun tapi percuma rasa nya ia tak akan sanggup lagi menahan dan menutupi semua nya lagi.
"Aku harap kamu mengerti dra, aku ga mau kamu sakit lagi cuman gara-gara harus inget aku". Batin Raina lirih
"Lo ga mau coba bantu Samudra aja na?". Tanya Azka, saat mereka sudah sampai di depan rumah Raina
"ngga ka, bentar lagi juga aku pergi jauh dan Samudra bakal lupa sama aku". Jawab Raina sambil tersenyum tipis.
"Gua selalu dukung apa pun keputusan lo na, jangan lupa belajar besok kita ujian. Gua balik dulu yah". Ucap Azka dan berlalu pergi
****
"Masa lalu? Berarti dia pernah ada dan hadir dalam kehidupan gua dong". Ucap Samudra dalam hati
Semua ucapan Raina tadi terus terulang-ulang dalam otak Samudra, seakan-akan itu adalah sebuah petunjuk baru tentang siapa gadis tadi
"ah bangsat kenapa gua ga bisa inget dia!". Ucap Samudra frustasi sambil mengacak-acak rambut nya sendiri,
"Kalo lo orang yang spesial dalam hidup gua kenapa gua ga bisa ingat lo sih! ".
****
"Hari ini adalah hari bersejarah bagi kalian semua, hari ini adalah hari penentuan kalian semua selama belajar di sekolah ini selama 3 tahun. Kalian mungkin benci masa-masa SMA tapi ketahuilah masa-masa ini adalah masa-masa kalian mencari jati diri kalian yang sebenar nya, mencari arti nya kehidupan. Cinta, kasih sayang dan kebersamaan. Maka dari itu, saya berharap kalian semua menikmati masa-masa terakhir kalian di sekolah ini". Ucap kepala sekolah mengawali pembukaan Ujin Nasional hari pertama ini.
Raina sedikit melonggarkan dasi nya dan menyeka keringat di kening nya yang mulai membasahi wajah nya.
Semua terasa khidmat menikmati jalan nya upacara terakhir mereka untuk siswa dan siswi kelas 12 ini.
"Na gua gugup deh kaya mau di lamar oppa sehun gua". Celoteh Bela saat mereka sedang berjalan ke ruangan ujian mereka
Raina memutar malas bola mata nya, menanggapi celotehan unfaedah Bela itu
"Plis deh Bel ini udah mau UNBK masih aja lo mikirin oppa lo itu,dia aja bahkan ga tau kalo lo hidup di bumi ini". Sergah Raina dengan nada puas
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA(SUDAH TERBIT)
Novela Juvenil'Bagaimana bisa?' Disaat yang lain seolah bersikap hangat Kamu malah sedingin bongkahan es Saat yang lain berusaha menjadi pusat perhatian,kamu malah tidak ingin keberadaan mu ditemukan. Kamu terlihat seperti gunung es yang susah dihancurkan dan saa...
