"Tidak perlu mencari pasangan yang sempurna, cukup cintai pasangan mu dengan sempurna"
******
Raina dan Samudra sedang berjalan-jalan di sekitaran monumen nasional. Seperti biasa mereka sedang menikmati pemandangan langit jakarta di sore hari sambil berjalan beriringan, ya seperti biasa sambil makanan di tangan kanan dan kiri Raina.
"Na?"
Raina menengok dan menaikkan wajahnya untuk dapat menatap mata Samudra, karena memang tinggi mereka yang sangat jauh berbeda.
"Iyah,kenapa? Mau jajanan ini juga?". Ucap Raina sambil menjulurkan gulali besar ditangan nya
"Gua ga makan yang manis manis"
"kenapa?"
"Bentar lagi kan gua bakalan liat yang manis-manis setia hari". Ucap Samudra sambil menaikan satu alisnya.
"idih gombal terus".
"Na lo mau apa nanti setelah kita nikah?". Tanya Samudra
"punya anak lah". Jawab Raina polos
"ya itu mah gua juga tau dan semua orang juga tau,maksud gua yang lebih spesifik gituh". Ucap Samudra sambik memutar bola matanya
"Ga mau apa-apa sih, ya kalo kita mau apa-apa juga ayo aku mah yang penting sama kamu". Ucap Raina polos,sambil terus memakan gulalinya
"Ya kemarin lo marah-marah gara-gara gua ajak nikah nya begitu doang"
"Ya gimana aku ga marah, kamu ngajak aku nikah kaya ngajak aku jalan jalan ke pasar malem yang tiap malam minggu ada di komplek aku". Cerca Raina dengan nada sinis
Samudra hanya bisa cengegesan merespon ucapan Raina barusan
"padahal kan aku berharap kamu melamar aku dengan cara romantis dan spesial kaya di drama-drama yang sering aku tonton itu"
"halah kebanyak nonton drakor lo". Tegas Samudra sambil mengajak Raina duduk di salah satu kursi taman yang terdapat kolam ikan di depan nya.
"ya abis nya salah lo sendiri sih". Sambung Samudra
"Lho, ko salah aku?". Tanya Raina bingung
"ya iyahlah salah lo, kenapa jadi orang terlalu spesial dan sempurna gua kan jadi ga bisa kasih apapun di dunia ini, karena ga ada satu pun yang lebih spesial dan sempurna dari lo". Jawab Samudra sambil tersenyum tipis
"Kamu belajar gombal dari mana sih dra? Udah kalo mau gombal ga bilang-bilang, kalo bilang kan aku bisa bersiapan tabung oksigen dulu". Ucap Raina dengan senyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya
"Dari objek nyatanya. Nih di depan gua". Ucap Samudra sambil mengacak-acak rambut Raina.
"Masih punya mimpi untuk pergi ke Disneyland bareng gua?". Tanya Samudra sambil mengelus pipi kanan Raina
Raina menundukan kepalanya,mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Saat dimana Raina pernah bercerita tentang impian nya untuk pergi ke Disneyland bersama Samudra, saat setelah itu Samudra memilih pergi meninggalkan Raina
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA(SUDAH TERBIT)
Dla nastolatków'Bagaimana bisa?' Disaat yang lain seolah bersikap hangat Kamu malah sedingin bongkahan es Saat yang lain berusaha menjadi pusat perhatian,kamu malah tidak ingin keberadaan mu ditemukan. Kamu terlihat seperti gunung es yang susah dihancurkan dan saa...
