Happy 1k! Ya akhirnya, sampai 1k juga ya. Terima kasi, Readers.
**
"Thanks ya, Jar, udah nganterin. Thanks juga buat sweet couple ini, langgeng terus yaaa!!!." ujar Icha saat hendak keluar dari Mobil Fajar yang sudah berhenti didepan gerbang rumahnya.
"Icha, lo juga ya! Langgeng terus!." sahut Mitzi.
Icha tersenyum miris. "Gue gak yakin, sih." sahut Icha.
"Jombang sayang sama lo, dia gak mungkin ngelepas lo gitu aja." tutur Ginting.
Icha tersenyum, lalu mengangguk. Lalu keluar dari mobil Fajar. "Hati-hati."
Mobil Fajar meninggalkan tempat dia menurunkan Icha. Icha segera masuk kerumah. Ada Papanya disana. Didepan teras sedang ngobrol dengan Mamanya.
"Dianter siapa, Cha?." tanya Papa nya.
"Fajar, Pa. Ada Ginting sama pacarnya juga. Tadi habis jalan-jalan."
"Pacarmu?." tanya Papanya. "Gak ikut, lagi gak enak badan." jawab Icha.
"Yasudah, sana istirahat."
Icha mengangguk, lalu masuk kedalam rumah, berjalan menuju kamarnya.
Icha langsung bergegas membersihkan badannya yang terasa begitu panas.
**
Hari H.
Hari dimana Icha dan Rian memutuskan untuk membicarakan hal krusial untuk hubungan mereka. Sebenarnya, harusnya kemarin, cuma karena ada satu hal, makanya hari ini.
Rian sudah dijalan menuju rumah Icha. Icha sudah menunggu Rian dibelakang rumahnya, dipinggir kolam renang, tepatnya.
Papa nya sedang tidak ada dirumah, sedang pergi kerumah temannya. Mamanya, ada, sedang nonton televisi. Icha hanya duduk di bangku samping rumahnya, tepatnya ditaman kecil yang ada dirumahnya.
Cukup lama menunggu, akhirnya yang ditunggu datang juga. Icha tersenyum tipis, mempersilahkan Rian duduk disebelahnya. Awkward moment banget untuk keduanya.
Sampai Mama Icha mengantarkan minuman, mereka masih diam. "Terima kasih, Ma." tutur Rian. Mama Icha membalas dengan sebuag senyuman dan berlalu pergi kembali meninggalkan keduanya.
"Langsung aja ya, Cha." Rian memulai pembicaraannya. Icha menoleh kearah Rian lalu mengangguk mengiyakan.
"Kamu mau gimana kelanjutannya?." tanya Rian.
Icha menatap lurus pandangan didepannya. "Aku terserah kamu, mas." sahut Icha.
Rian menghela nafas dalam-dalam. Keduanya kembali saling diam. Bingung, karena sama-sama belum punya keputusan.
Sampai akhirnya, Rian kembali membuka pembicaraan. "Aku gak bisa menahan seseorang yang ingin lepas," tutur Rian.
Icha menundukkan kepalanya, berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. ".... Kalau kamu memang ingin lepas, akan aku lepasin." sambungnya.
"Kalau aku ingin bertahan, kamu mau menahan?." sahut Icha, kali ini dia menatap Rian dengan tetesan air mata yang sudah jatuh.
Rian tidak menjawab. "Tiga minggu, aku bahkan belum bisa dapat keputusan apa-apa. Sekarang, aku cuma mau kamu bahagia aja. Kalau kamu bahagia sama dia, yasudah. Aku ikuti semua maumu." tutur Rian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lucky (Rian Ardianto)
FanfictionBasically, cerita tentang betapa keduanya merasa beruntung bisa dipersatukan dalam kisah cinta penuh lika-liku. Main cast : Rian Ardianto Wednesday, January 29th, 2020.
