Sumpah, ini drama abiezzz teman-teman. Maafkan saya yang menghadirkan konflik semacam ini.... HUHUHU JANGAN HUJAT SAYA enggak deng bercanda🤣🤣
Happy readinggg!
**
Sharina : mas Rian saya dengar Raka bakalan datang jam tiga sore nanti ke butik.
Rian meremas handphonenya. Ngapain? Apa benar istrinya itu ada 'main lagi' dengan Raka?
Rian melirik jam yang melingkar ditangannya jam dua siang. Hari Rabu, benar-benar kebetulan dia bisa ke butik jam tiga sore nanti karena latihan hari ini sudah selesai.
Rian yang sebenarnya baru saja sampai rumah lima belas menit yang lalu langsung bergegas menuju ke butik Icha.
Laki-laki itu membalas pesan Sharina dulu.
Rian : kabarin saya terus Shar. Saya ke sana. Jgn bilang Icha.
Sharina : iya mas.
Rian melajukan mobilnya, dia harus sampai butik sebelum jam tiga sore. Jalanan Jakarta pasti macet. Apalagi, jarak tempuh ke butik yang cukup memakan waktu yang lama. Rian benar-benar emosi mendapat kabar seperti itu dari Sharina.
Rian : saya di cafe depan butik, Shar. Kaalau Raka datang, kabarin saya.
Rian sampai didepan butik Icha pukul dua lewat empat puluh menit. Dia memilih untuk menunggu dulu di cafe depan butik.
Sekitar lima belas menit kemudian, laki-laki itu kembali menerima pesan dari Sharina
Sharina : Mas, Raka datang. Butik lagi sepi.
Rian langsung bergegas meyebrang ke butik Icha. Dia sengaja meninggalkan mobilnya di depan cafe.
Sharina : di ruangan mbak icha
Rian langsung masuk ke butik begitu dapat pesan dari Sharina. Butik ini sepi. Hanya ada beberapa pegawai butik yang Rian tidak kenal, yang pasti mereka berseragam.
Rian langsung berjalan menuju ke depan ruangan Icha yang tertutup. Laki-laki itu membuka pintu ruangan itu.
"JADI INI KELAKUAN KAMU?"
Rian naik pitam begitu melihat istrinya yang berdiri berdempetan dengan dinding, dikurung oleh kedua tangan Raka yang ada didepannya. Jarak mereka dekat. Tangan perempuan itu juga ada didada Raka.
"Mas Rian, ini gak-----"
Ucapan Icha terhenti saat Rian menarik Raka menjauh. Rian sudah berdiri tepat didepan Icha sekarang, membelakangi Icha. Raka tersenyum miring.
"Pergi lo dari sini!" Tegas Rian pada Raka
Raka tertawa sumbang. ''Bini lo yang ngundang gue kesini. Jadi yang berhak usir gue adalah dia!" Sahut Raka.
"Bohong, Mas! Aku gak pernah minta dia datang kesini." Icha bersuara.
"Icha, why? Kita udah ketangkep basah, yaudah basahin sekalian aja!" Ujar Raka.
Icha menggeleng. "Gue bilang. Lo. Pergi. Dari sini!" Tegas Rian penuh penekanan.
"Bini lo masih kangen sama gue. Dia yang minta gue kesini. Jadi, gue hanya bisa diusir sama dia bukan sama lo!" Sahut Raka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lucky (Rian Ardianto)
FanfictionBasically, cerita tentang betapa keduanya merasa beruntung bisa dipersatukan dalam kisah cinta penuh lika-liku. Main cast : Rian Ardianto Wednesday, January 29th, 2020.
