Hi! Semoga feel nya dapat, hehehe.
**
"MAS RIANNNNNNNNNNN"
Rian yang lagi menonton televisi dikamarnya tiba-tiba kaget mendengar teriakan Icha dari arah kamar mandi.
Rian mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi itu. "Icha, kenapa?"
"MASSSSSSSS!!!!"
Rian dengan cepat membuka pintu kamar mandi. Pintunya tidak terkunci.
"Astagfirullah, sayang, kenapa?" Rian kaget begitu mendapati istrinya terduduk dilantai kamar mandi.
"Mas......." lirih Icha pada aliran darah yang mengalir dikakinya.
Rian ikut berjongkok dan kaget. "Kita kerumah sakit sekarang."
Rian langsung membopong Icha turun menuju garasi untuk membawa Icha kerumah sakit menggunakan mobil.
Ditengah perjalan, Rian senantiasa menenangkan Icha yang shock dengan pendarahannya.
"Mas, anak kita....."
"Baik-baik aja. Sabar ya. Semuanya bakal baik-baik aja."
Sesampai dirumah sakit, Rian langsung dibantu suster dan dokter yang sedang jaga membawa Icha ke IGD. Rian harus terpaksa menghentikan langkahnya didepan IGD karena tidak boleh masuk.
Lima menit menunggu, akhirnya sang dokter keluar. "Dok, gimana istri saya?" tanya Rian langsung kepada dokter.
"Bapak ikut kita masuk keruang cek kehamilan saja."
Tak lama dari situ, Icha dibawa keluar, didorong menggunakan ranjang rumah sakit. Rian mendekatinya, mencium puncak kepala sang istri. "Baik-baik aja. Jangan lupa doa ya, Sayang?"
"Aku takut....."
"Ada aku."
Rian ikut mendorong ranjang yang digunakan Icha menuju ruangan yang dituju.
Begitu sampai diruangan, Rian masuk. "Kita langsung USG aja ya pak, biar jelas." ujar dokter.
Dokter langsung memulai kegiatan USG nya. "Itu bayinya Pak, Bu." ujar sang dokter. Dilayar sana ada visual seorang bayi yang ada diperut Icha.
"Tapi Maaf, Pak, Bu, sepertinya, bayinya tidak bergerak." lanjut Sang dokter.
Icha dan Rian kaget. "Dok, gak mungkinnnnn!"
"Saya sudah sempat check tadi, kandungan Ibu Aallysa terlalu lemah. Bayinya tidak berkembang dan meninggal. Ibu Aallysa keguguran diusia tiga bulan."
Tangis Icha pecah. Rian kaget. Tidak tahu harus memberi respon seperti apa. "Kita check detak jantungnya untuk lebih memastikan ya?" ujar dokter itu.
Dokter bealih mengecek detak jantung bayinya. "Tidak ada detak jantung, Pak, Bu. Saya pastikan, bayinya benar meninnggal."
"Gak mungkin, dok! Bayi saya sehat-sehat aja!"
Rian mencoba menenangkan Icha, dia memeluk erat sang istri. "Mas, anak kita, Mas....."
Rian sam kaget dan terpukulnya dengan Icha. Namun, dia tetap harus kuat didepan istrinya untuk menguatkan sang istri.
"Ikhlas ya? Allah sayang dia."
Icha menggeleng cepat. "Gak mas......"
"Penyebabnya kandungan lemah, dok?" tanya Rian.
Dokter mengangguk mengiyakan. "Yang sabar ya, Pak, Bu."
Rian terus memeluk Icha dan berusaha menenangkan Icha yang masih shock.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lucky (Rian Ardianto)
FanficBasically, cerita tentang betapa keduanya merasa beruntung bisa dipersatukan dalam kisah cinta penuh lika-liku. Main cast : Rian Ardianto Wednesday, January 29th, 2020.
